Ciput's posts with tag: wisata

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag wisata
ddd
dThumbnaild
ddd
Secara ga mudik dan ga punya kampung u/ dimudikin, akhirnya gw sama Bunda sepakat u/ ngajak anak2 berlibur sejenak *halah* ke villa eyang gw di Cipanas, Cianjur.

Hareee geneee ke Puncak? Ga macet tuh? Ya macet lah... masak ya macet donk :D

Alhamdulilah berangkat Jumat malem jam 19.00 WIB dan merapat di TKP (Villa Pesona Anggrek Cipanas) jam 21.30 WIB. Tiba di Gadog pas jam buka arus searah turun, jadinya ga kena macet panjang.

Sabtunya mau ke TSI, malah kena macet mulai dari Puncak Pass s/d Gunung Mas (3 jam u/ jarak 2 km!) akhirnya putar arah dan janjian ketemu anggota TeRuCI dari Cianjur di Kampung Brasco (FO) di Pacet.

Malamnya kopdar dengan RR DTC (Daihatsu Taruna Club) di Sanggabuwana Hotel Cipanas, usai makan malam di RM Ayam Goreng Cianjur di Cipanas.

Minggu pagi jajal lagi turun ke TSI, kena antrian di Tugu selama 1/2 jam, akhirnya tiba di TSI jam 10.00 WIB. Di TSI ramainya ngelebihin PRJ dah! Ya iya lah libur panjang gitu loh. Anak2 senang bisa naik gajah dan kuda poni... Alhamdulillah mereka senang dah.

Turun Minggu sore jam 15.00 WIB dan tiba di UKI 16.45 WIB. Lancar beibeh... semua berkat info lalin yg akurat yg gw pantau dari freq. PJR di rakom gw :yess:

ddd
dThumbnaild
ddd
Secara liburan sekolah kemarin ga bisa ajak anak2 liburan kemana2, eh kebetulan diajak teman2 komunitas AvanzaXenia.net touring dan kopdar ultah ke 2 komunitas mereka di Tenjolaya Park, Kec. Tamanjaya, Kab. Bogor.

Resor yg sebenarnya milik pribadi ini, sengaja dipinjam teman2 secara fasilitas yg ada di sana bagus u/ anak2, spt peternakan sapi *anak2 diijinin merah susu loh, sayang sayanya malah sibuk acara doorprize, jadi ga kefoto :(*, terus ada juga mini zoo (isinya rusa, merak dan kalkun) selain kolam ikan yg gwede banget.

Anak2 puas main sama teman2 baru, anak2nya teman2 AXNet, meski ga dikasih ijin naik ATV :huh: Bahkan Hito merdeka menjelajah ke sana kemari ga dilarang main kotor2.

Yak liburan yg murmer, secara cuma bayar makan siang, tol dan bensin! Palagi dagangan bioethanol dan dagangan Bunda (baju dan merchandise Naruto) laris manis tanjung kimpul!

2TU buat teman2 AXNet u/ liburan yg murmer ini. Thanks a lot guys.

Blog Entry[Anak] Cita2 Anak Berubah Lantaran Kidzania?Jul 4, '08 12:02 PM
for everyone
"Ayah, Dito khan udah dewasa loh", begitu ucap Dito, anak saya yg berusia hampir 5 tahun pada suatu ketika.
"Hebat dong, kok bisa udah dewasa Mas?", begitu tukas saya.
"Iya, khan Dito udah punya cita-cita", jawab Dito mantap.
"Oya? Apa sih cita-cita Mas Dito?", tanya saya penasaran.
"Dito mau bikin rumah Holchim, jadi pemadam kebakaran, terus ngecet rumah!", jawab Dito mantap.

Ooooo rupanya gara-gara tempo hari Dito pergi ke Kidzania bersama teman-teman sekolahnya, makanya dia punya cita-cita seperti itu. Bukan lagi seperti jaman saya kecil dulu, yg mana cita-cita saya adalah jadi pilot, terus berubah jadi dokter, terus jadi insinyur. Berubah-ubah tergantung mood! Jaman memang sudah berubah yak.

Yg menarik saat saya tanya, "Kenapa Dito pingin bikin rumah Holchim, jadi pemadam kebakaran, terus ngecet rumah? Emangnya ga bisa jadi dokter atau pilot pesawat terbang?"

Apa coba jawab anak saya itu?

"Antri Ayah, banyak yg antri jadi dokter sama pilot. Dito males antri, mending bikin rumah Holchim aja!"

Hahaha... kecil-kecil anak saya ini sudah bisa berpikir pragmatis realistis. Ngapain susah-susah kalau ada yg cepat menghasilkan ya Nak?

Dito juga cerita kalau ada temannya yg bercita-cita jadi tukang roti, penyiar radio, supir bus kota, jualan tiket pesawat, penjaga pom bensin, bahkan babysitter! Cita-cita yg tak pernah terlintas di benak saya saat seusia anak saya nomor dua ini.

Gambar dari sini *sayang kami tidak bisa ikut mengantar jadi tidak ada dokumentasi pribadi*

©ciput 2008 all rights reserved

ddd
dThumbnaild
ddd
Nampaknya kami sekeluarga ketagihan liburan/piknik nih. Apalagi belakangan saya dan istri sibuk menggarap proyek kecil kami di berbagai kota di Indonesia Timur, alhasil seringkali kami hanya ada di rumah mulai Jumat s/d Minggu malam.

Secara proyek sudah usai kerjaan touring ke luar kotanya, akhirnya kami putuskan wiken ini kita berenang! Minggu (20/04/08) giliran The Jungle di Bogor Nirwana Resort yg jadi sasaran.

Bagi Hito, ini pengalaman pertama berenang di waterpark, setelah sebelumnya menjajal air panas di Ciater Spa & Resort Januari yl. Menit-menit pertama Hito rada shock dengan air yg lumayan rendah suhunya *mungkin air pegunungan* di kolam anak-anak yg airnya cuma semata kaki saya. Bahkan tadinya tidak mau didudukkan sendiri, maunya dipangku. Eh lama kelamaan kok enjoy bin comfort dia dan akhirnya malah ga mau mentas sama sekali! :))

Belakangan malah mau ditengkurapkan meski konsekuensinya beberapa kali Hito menenggak air yg mungkin kelihatan bening tapi belum tentu bersih dan bebas penyakit itu *ya iya lah dipakai orang banyak gitu loh*. Gpp lah nak, itung2 vitamin, biar cepet gede dan pintar.

©ciput 2008 all rights reserved

ddd
dThumbnaild
ddd
Akhirnya keturutan juga nih, ajak istri dan Hito bernostalgia ke Jayapura. Berangkat Selasa 15/04/08 jam 21.10 WIB dengan GA 650 via Makassar dan Biak, akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Sentani Rabu 16/04/08 jam 07.15 WIT (05.15 WIB). Lumayaaaan 8 jam perjalanan euy!

Usai meeting di Abepura, kami pun putar-putar kota. Pertama ke pantai Base G, mengenalkan Hito dengan air laut Samudera Pasifik. Lanjut menelusuri Jalan Baru Pasir Dua, menembus Cagar Alam Pegunungan Cycloops, singgah sebentar di Pasar Souvenir Hamadi, dan berakhir di Entrop, bertemu dengan mantan tetangga kami dulu. Malamnya kami singgah di RM JPR di Ampera, menemui sahabat kami yg lain, yg dulunya pemilik rumah yg kami tempati selama 1,5 tahun.

Puas belanja bahan batik khas Papua di Ampera, kami pun istirahat u/ bersiap-siap terbang kembali ke Jakarta keesokan harinya (Kamis 17/04/08 jam 08.00 WIT).

Perjalanan yg singkat tapi penuh nostalgia buat kami bertiga.

ddd
dThumbnaild
ddd
Sambungan dari review tentang Mie Hijau Sepinggan di Balikpapan.

Review selengkapnya, baca di link di atas aja ya, biar ga bikin dua kali.

©ciput 2008 all rights reserved

ReviewReviewReviewMie Hijau Sepinggan, BalikpapanApr 3, '08 2:34 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Sepinggan, Balikpapan
Gara-gara reply Abby di jurnal nasi ijo, alhasil begitu saya berkesempatan pergi ke Balikpapan bersama istri dan si bungsu Hito, saya pun berusaha mencari Mie Hijau Sepinggan.

Rumah makan ini terletak di tepi jalan yg menghubungkan Bandara Sepinggan dan pusat kota Balikpapan, tepatnya di daerah Sepinggan. Ga susah kok carinya, asal jangan ngebut-ngebut saat melintasi jalanan yg mulus dan sepi ini.

Secara umum, mie yg dibuat dari campuran tepung terigu dan sawi ini rasanya legit dan kenyal-kenyal saat digigit. Sayang diameter mie-nya keliwat kecil, jadi semangkuk rasanya kuenyang sekali. :D

Kami pesan dua macam pilihan: Mie Hijau Ayam dan Mie Hijau Kepiting. Dua-duanya menggunakan daging ayam dan daging kepiting asli, secara daging kepiting memang mudah didapat di Kalimantan Timur. Rasanya MAKNYUSS! :thumbup: (liat juga gambar ilustrasi)

Menurut pemiliknya, Pak Irfan, yg menemani kami makan siang di sana (Rabu 2/4/08), mie kreasinya ini tidak diberi bahan pengawet dan bumbu masak, mesk menurut istri saya, yg sangat anti pakai bumbu masak, kepalanya rada puyeng (reaksinya kalau kena bumbu masak). Yah mungkin ada sedikit komposisi bumbu masak dalam salah satu bahan yg masuk tanpa disengaja, seperti kecap atau saos sambal.

Warung kecil ini cukup menarik dalam segi layout, secara dihiasi gambar-gambar postmo selain kliping-kliping publikasi di media lokal (Kaltim Post dan Tribun Kaltim). *foto2 menyusul*

Usulan kami, yg sudah disampaikan secara langsung kepada Pak Irfan:

- ukuran mie diperbesar sedikit
- sayuran pendamping diganti selain sawi, misalnya lettuce atau baby kailan *tapi agak susah dptnya di Balikpapan kali ya* *tapi agak susah dptnya di Balikpapan kali ya*
- pangsitnya diwarnai hijau saja sekalian, biar seru! :D

Worth to try looh
PS: foto2nya ada di sini
©ciput 2008 all rights reserved


ddd
dThumbnaild
ddd
Selasa (25/03/08), waktu serasa diputar balik ke 80 tahun yg lalu saat Arya dan Vena, sahabat saya semasa studi di UK, mengajak saya makan malam di House of Sampoerna, Surabaya. Sebuah museum tentang Sampoerna, baik sebagai industri rokok, maupun family legacy.

Bangunan di kawasan Pecinan Surabaya, di belakang ex-LP Kalisosok, yg sekarang terbengkalai itu, dulunya (dan masih ternyata) adalah pabrik rokok Sampoerna. Di situ lah kerajaan dinasti Sampoerna berawal.

Dimulai dengan pintu masuk gedung berarsitektur ArtDeco, yg bak Gedung Kesenian Jakarta itu. Lalu masuk ke lobby yg berisikan kilas balik sejarah Dinasti Sampoerna, mulai sejak Lim Seng Tee berjualan rokok linting di warung dari bambu, saat jaya-jayanya Sampoerna dgn marching bandnya, sampai saat dibeli oleh Phillip Morris Ltd.

Sebuah sajian museum yg tak ada duanya di negeri ini, dibandingkan dgn berbagai museum yg tersebar di seantero negeri. Dan satu2nya museum yg bebas merokok di mana saja *ya iyalah*

Worth to pay a visit though..
More details, click House of Sampoerna Official Website.

©ciput2008 all rights reserved.

ddd
dThumbnaild
ddd
Menyimak namanya dan suasananya, serasa waktu diputar balik ke jaman Majapahit atau Mataram kuno. Apalagi sinyal HP hanya sayup-sayup sampai, mengembalikan citranya sebagai GSM/Geser Sithik Modiar! :))

Di kaki Gunung Arjuno-Welirang, di ketinggian 900 m di atas permukaan laut, udara sejuk nyaris ga bisa disetel kesejukannya. Huh! Dasar orang kota, yg serba artifisial, masak udara sejuk pegunungan mau diatur juga. Udah lah pikirkan bagaimana menghambat laju pemanasan global, yg nyaris tak begitu terasakannya di padepokan berarsitektur Jawa kuno bernamaPusat Pendidikan Lingkungan dan Budaya Kaliandra ini.

Ya, saya datang ke tempat sunyi di ujung dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur) ini bukannya tak sengaja. Segerombolan guru-guru SMA dari penjuru tanah air dan 7 negara sahabat lah yg membawa langkah kaki saya ke sana. Mereka berkumpul selama seminggu (23-29 Maret 2008) dalam rangka Environmental Teachers' International Convention (ETIC) 2008! Selain dari Indonesia, ada guru dari Inggris, AS, Belanda, Australia, Polandia, Portugal dan Malaysia.

Dari merekalah saya berharap dapat info dan masukan mengenai respons mereka akan pemanasan global (baca: perubahan iklim) dan jadi bahan kajian riset pendidikan iklim (Climate Education Researchyg lagi saya garap u/ British Council. Sayang saya ga bisa lama-lama bergumul dengan mereka, menikmati dinginnya air pegunungan dan kabut yg turun setiap pagi, secara saya harus mengunjungi sekolah-sekolah lainnya di kota Surabaya.

Untung kota Surabaya yg saya datangi kali ini, bukanlah kota Surabaya yg saya kenal semasa kecil. Hijaunya pepohonan dan taman-taman kota membuat kota yg seharusnya lebih panas dari Jakarta ini menjadi teduh. Dan yg lebih membuat saya iri, tidak ada jalan yg berlubang-lubang, apalagi kemacetan panjang tak berujung!

Kecuali lumpur Lapindo di Porong (Sidoarjo) yg membuat sepet mata, karena membuat macet jalan yg menghubungkan Surabaya dengan Prigen, terutama ya di ruas sekitar Desa Siring (Porong). The rest is heaven on Earth! Coba Jakarta seperti Surabaya, coba Indonesia seperti Prigen, alangkah relaksnya hidup ini *ngayal.com*
©ciput2008 all rights reserved

Photo Album[Liburan] Episode Highlander (38 photos)Jan 2, '08 1:59 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Namanya juga keluarga McQueen, ya harus punya nyali untuk mendaki ke dataran tinggi. Tapi secara Scottish Highland, asal muasal keluarga ini, jauh letaknya di Inggris sono, ya Dieng Plateau lah yg jadi sasaran pelampiasan *halah gubrakz*

Wonosobo Natal 2007.

Hari masih pagi, tapi cerah dan susu sapi segar pun sudah terhidang di meja depan kamar kami di losmen Arjuna. Iya susu sapi segar, tapi berperisa coklat, stroberi dan sarsaparila, hangat pula *gubrakz*

Jam 7 pagi The McQueens sudah laju menyusur naik tanjakan terjal sepanjang jalan Wonosobo-Dieng sejauh 29 km. Sempat ragu-ragu secara si Teri MQ ini anak kota, ternyata tanjakan kayak apa juga disikat dan ga nglithik blass *sorry bukan promo looh*

Jam 8.30 kita udah nyampe di Dieng. Altitude (elevasi) 2100 m di atas permukaan laut!

Langsung cari sarapan, secara kita emang belon makan. Alhasil nasi goreng a la Dieng pun kita ikat. Abis itu foto session dunk! Di Candi Arjuna. Terus puter2 sampai ke Kawah Sikidang, ngetes si Niki McQueen (Nikon, red).

Daaaan berikut hasil jepretannya. Enjoy it.

Jam 11.30 kita udah turun via Banjarnegara secara gw mo nyekar di makam eyang putri di Purbalingga. Ternyata setiba di Purbalingga jam 12.30, hujan turun dengan lebat, alhasil ya cuma makan siang sama Oom dan Bulik saya yg tinggal di sana, secara udah lebih dari 5 tahun kita ga ketemu.

Jam 15.00, cabut lanjut balik ke Jakarta. Sepanjang jalan hujan deras, untung belum banjir dan tiba di rumah tepat jam 11.30!

So, finally liburan akhir tahun Keluarga McQueen berakhir setelah 6 hari 13 jam, 1475 km, 3 kota... Paling top ya si Hito, yg ga rewel sepanjang perjalanan padahal dia baru 4 bulan! Mas Dito malah muntah 7 kali selama berangkat dan 3 kali selama pulang. Vito? Dia mah asik-asik aja, malah tadinya ngambek ga mau pulang! :p

Terima kasih Allah sudah memberikan kami liburan yg menyenangkan (pertama dalam 3 tahun terakhir bo), biar kata hujan melulu, tapi kami bisa lewati dengan selamat tak kurang suatu apa pun.

©iput2007 all rights reserved

Photo Album[Liburan] Day 5: Shopping Episode (13 photos)Jan 1, '08 11:17 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Senin 24/12/07.

Ga terasa sudah menginjak hari kelima kami sekeluarga pulkam ke Jogja, sejak berangkat pada Idul Adha kemarin (20/12). Hari itu agendanya beli oleh-oleh dan meluncur pamitan ke Wates, terus lanjut ke Wonosobo, secara besoknya (25/12) mau lanjut ke negeri di awan (Dieng maksudnya) dan pulang kembali ke Ibukota.

Akhirnya muter-muter kota deh kita hari itu. Rute pertama ke Dagadu di Pakuningratan (ini toko yg ori ya, bukan yg kw1 macam di Rotowijayan atau yg banyak dijual di emperean Malioboro). Vito puas belanja gantungan kunci dan sticker lucu, sementara Bunda bingung milih kaos. Saya? Ya sibuk belajar njepret si D40x :p

Lalu secara udah dekat, mampir di Sate Jaran. Sial! Masih baru buka dan belum siap satenya... huhuhu batal dah nyicipin daging kuda.

Alhasil bergeraklah kita ke Malioboro, mampir Mirota Batik. Bunda mau beli beberapa oleh-oleh di situ, sementara saya mah cuma cari sticker dan logo besi bergambar logo Kraton Yogyakarta. Mo ditempel di Teri McQueen. Selebihnya, saya jongkok di depan pasar Beringharjo, ngemil sate laler! :)) *sial sekarang harganya 1000/tusuk, padahal dulu segitu dpt sepincuk isi 10! :((*

Lanjut ke Kasongan, eh di perempatan bangjo Pojok Beteng Kulon liat adegan sadis! Seorang lelaki dgn tangan terikat dipukuli dan dilempari pot bunga sampai terkapar di aspal tak sadarkan diri. Ke selatan, sampai di perempatan ring road, si supir Teri McQueen ngantuk dan nubruk mobil Honda Accord milik istri juragan beras dari Pandak (Bantul). Damage cost betulin bumper belakang: 1 jt! :((

Akhirnya sampai juga di Kasongan... putar sana putar sini, tawar sana tawar sini, akhirnya Bunda beli satu set meja kursi teras (yg bulet2 itu loh) seharga 200 rb perak. Tapi ongkos kirimnya 150rb! :)) Saya mah belinya cukup miniatur sepeda ontel seharga 85 rb perak ajah, secara udah lama kepingin.

Setelah makan siang di Soto H. Atemo di Jl. Raya Parangtritis-Bantul, belok kanan arah Banguntapan, akhirnya sampai deh di Wates via jalur selatan. Silaturahim dgn simbah-simbah buyut, jam 15.30 kita udah lanjut ke Wonosobo via Purworejo. Sepanjang jalan hujan deras dan berkabut. Untung lampu HID Xenon si Teri McQueen mantap punya jadi jam 19.00 kita sudah sampai di Wonosobo dan nginap di Losmen Arjuna samping Kantor Bupati.

Yo wis... bobo dulu. Lanjut to next episode.

©iput2007 all rights reserved

Photo Album[Liburan] Episode Andong (12 photos)Dec 31, '07 6:38 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kata orang nih, liburan ke Jogja ga afdol kalo ga numpak andong. Andong itu nama sejenis alat transportasi roda empat bertenaga kuda (kuda beneran, bukan tenaga kuda satuan energi gerak lho).

Cuma kalau dulu Andong itu alat transportasi umum paling populer di kota gudeg ini, dan sering jadi andalan mbok-mbok bakul u/ belanja ke pasar, sekarang alat transportasi ini malah jadi obyek turis, baik turis mancanegara maupun lokal. Akibatnya, tarifnya mulai ga masuk akal.

Bayangkan saja, u/ jarak antara Museum Kareta di Rotowijayan (sebelah barat gerbang kraton) ke Tamansari via Pasar Ngasem, yg jaraknya tak lebih dari 3 km, kita harus merogoh kocek sampai 50rb perak sih! *grrrhhhh*

Jadi inget masa kecil dulu sering diajak eyang putri pergi ke pasar Beringharjo naik andong, cuma bayar 200 perak! Modelnya kayak angkot sekarang, penumpang naik turun bergantian, maksimal 7 orang, 1 di samping pak kusir, 6 di belakang. Sayang alat transportasi ramah lingkungan ini sudah tinggal jadi obyek wisata, bukan lagi andalan kota yg makin hari makin riuh penghuninya ini.

Sembari menikmati jalanan Jogja yg padat motor dan full asap, kami berlima pun bernyanyi lagu ciptaan Pak Kasur:

Pada hari Minggu kuturut Ayah ke Kraton
Naik andong mahal kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yg sedang bekerja
mengendali kuda supaya baik jalannya

Tuktiktaktiktuktiktaktiktuk
Tuktiktaktiktuktiktak swara s'patu kuda


Mudah2 belum pada mules liat postingan foto2 liburan
kami sekeluarga, secara masih bakal ada 2-3 episode lagi. Tunggu tanggal mainnya. :D

Enjoy it!

©iput2007 all rights reserved

Photo Album[Liburan] Episode Tamansari (18 photos)Dec 31, '07 4:48 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Minggu (23/12/07), Usai menelusuri lorong2 di Museum Kareta, kami pun beranjak naik andong menyusuri Jl. Rotowijayan, Pasar Ngasem dan berakhir di Taman Sari, tempat tetirah Sultan-sultan Yogyakarta di masa lalu.

Bangunan yg bertahun-tahun sempat terbengkalai dan dikerubuti bangunan-bangunan rumah penduduk, yg sebagian besar pun keturunan abdi dalem kraton, saat ini sudah tampak indah dan terawat. Alhamdulillah, satu lagi bukti bahwa bangsa ini tak hanya bisa merusak, tapi juga menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Sayang, masih ada satu-dua pengunjung yg nyemplung ke kolam, padahal jelas-jelas ada tulisan dilarang nyemplung! Alhamdulillah anak-anak tidak mengeluh, malah menikmati perjalanan napak tilas leluhur kami ini. Hanya satu ungkapan rasa takut dari Dito, saat masuk ke petilasan tempat Sultan sering bercengkrama dgn Kanjeng Ratu Kidul di Gedong Madaran. "Bunda, tempatnya menyeramkan!" begitu tukas anak kami yg baru duduk TK A ini.

©iput2007 all rights reserved.

Photo Album[Liburan] Episode Kareta Kencono (21 photos)Dec 30, '07 10:43 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Usai keliling bagian depan Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, kami sekeluarga pun bergerak ke Museum Kareta di Jl. Rotowijayan. Ga banyak yg bisa diceritain, kecuali:
- ketemu dengan salah seorang pangeran, yaitu GBPH Condrodiningrat, salah seorang adik tiri Sultan HB X.
- ketemu salah seorang sais/kusir kereta, yg 'katanya' usianya sudah 100 tahun lebih, tapi badannya masih seger buger.

©iput2007 all rights reserved.

ddd
dThumbnaild
ddd
"Ooo ini rumahnya raja-raja? Mana rajanya? Rajanya udah mati ya Bunda?" Begitulah komentar Dito saat kami menjejakkan kaki di pelataran Pagelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kediaman resmi Sultan Hamengku Buwono X.

Secara cuaca cerah, kami putuskan untuk mengajak anak-anak berkunjung ke kraton dimana eyang putrinya mereka pernah berkuliah. Ya, Mama saya sewaktu masih kuliah di Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) UGM antara tahun 1960-1963 menggunakan bangsal Pagelaran ini untuk belajar. Kata Mama, dulu belajarnya di bangsal terbuka, pakai kursi-kursi dan cukup dengan papan tulis yg berdiri di atas kaki tiga. Tak seperti anak-anak kampus sekarang, yg ruang kuliahnya ber-AC dan didukung fasilitas internet dan LCD projector di setiap ruangannya.Jauuuh dari modern, begitu ungkap Mama, begitu anak-anak bertemu dengannya sepulang kembali ke Jakarta.

Tak dinyana antusiasme anak-anak saya sangat besar saat berkunjung ke kraton di pusat kota Yogya ini. Bahkan Vito sempat minta buku notes untuk mencatat. Padahal anak kelas 3 SD seperti dia mah belumlah dapat pelajaran Sejarah di sekolahnya. Dito paling tertarik saat pemandu kami menjelaskan tentang pakaian-pakaian kebesaran para bangsawan.

Weleh, ga ngira ternyata minat saya yg besar akan sejarah menurun pada anak. Tadinya saya kira mereka akan bosan mengelilingi pelataran kraton yg luas sekali itu. Bahkan keriangan itu belumlah surut saat kami ajak berkunjung ke Museum Kareta, naik Andong, dan ke Taman Sari (simak jurnal2 foto berikutnya).

Photo: me with Nikon D40x & 18-70mm lens, rata2 pakai Auto mode, sesekali aja pake manual, tergantung pencahayaan *maklummasihbelajar.com*

©iput2007 all rights reserved.

ddd
dThumbnaild
ddd
Setelah batal lanjut ke Tawangmangu (Solo) seusai keliling Candi Prambanan, lantaran sudah kesiangan dan hujan lebat saat berhenti makan siang di Klaten, akhirnya kami sekeluarga sepakat u/ putar arah ke Kaliurang, sebuah tempat tetirah di kaki Gunung Merapi, 25 km utara kota Yogyakarta.

Sayang sekali setiba di sana, cuaca mendung, sedikit gerimis dan berkabut. Alhasil tak banyak yg bisa dilihat. Bahkan puncak G. Merapi pun urung dilihat anak-anak saya dari Gardu Pandang. Keliling-keliling seputar Gardu Pandang, kami sempat menyaksikan salah satu bunker pengungsian darurat, yg digunakan bilamana awan panas meluncur turun dari puncak G. Merapi. Tapi anehnya, itu bunker kok dikunci ya??? Mungkin baru dibuka saat Merapi mulai batuk-batuk lagi.

Putar-putar ga jelas, akhirnya malah jadi wisata kuliner. Pertama-tama jadah tempe, 'burger' khas Kaliurang, terus sate kelinci dan sembari nunggu satenya dibakar malah minum wedang ronde.

Yg unik warung sate kelincinya itu, bukanya 22 jam! Tanya yg punya, katanya itu sesuai petuah ayahnya (Pak Raji, red.) supaya kalau jualan ga usah ngoyo sampai buka 24 jam, jadilah 22 jam! *KISS=Keep It Simple & Stupid*

Betul2 pengalaman baru buat Vito dan Dito. Nah saat nunggu jadah tempe jadi malah ketemu sama Oom Botak yg lagi plesiran sama temen2nya. Halah jauh2 ke sini, ketemunya anak MP juga *gubrakz*.

Turun ke Jogja, si Bunda nyeletuk mo ngerasain sate jaran (kuda, Jw)! Belok ke Pakuningratan, sekalinya itu toko udah tutup dan baru buka Senin... hiks!

©iput2007 all rights reserved

ddd
dThumbnaild
ddd
Hari ketiga liburan (Sabtu 22/12/07), kita (saya sekeluarga, Bulik dan anak-anaknya serta cucu-cucunya) tadinya mau ziarah ke makam eyang saya di Tawangmangu (Solo), dekat lokasi tanah longsor dua hari yl. Namun saya ingin ajak anak2 singgah di Candi Prambanan, di perbatasan DIY-Jateng.

Komentar anak-anak saya cukup menarik. Dito bilang: ini rumahnya raja ya Bunda? Rajanya mati dimakan dinosaurus? :)) Kalau Vito bilang: ga ada yg menarik, cuma batu ditumpuk-tumpuk doank *gubrakz*

Cabut jam 12.30, kita makan siang di RM Ilham Klaten, eh hujan deras banget. Jadinya kita males lanjut ke Solo deh dan putar arah ke Kaliurang (ditunggu di next episode yak).

©iput2007 all rights reserved.

ddd
dThumbnaild
ddd
Ga terasa sudah lebih dari 3 tahun lamanya kami sekeluarga ga liburan bersama, kalau pun liburan palingan memanfaatkan fasilitas kantor saat saya harus kerja wiken di Cikampek/Bogor, tapi sayanya mah teuteup aja kerja.

Alhasil, secara ada libur puanjang banget.com di akhir 2007 ini, well sebenarnya ada 2 hari yg saya nekat aja ga masuk kerja, secara kerja yg sekarang emang ga punya jatah cuti bo, saya dan Bunda sepakat u/ pulkam ke Jogja!

Tujuan utama: mengenalkan anak2 sama Mbah Buyut *simbahnya Bunda* di Desa Pleret, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DI Yogyakarta. Kalau Mbah Ibu *panggilan u/ simbah putri* sih sudah beberapa kali pas beliau ke Jakarta, tapi Mbah Kakung belum pernah terlebih beliau sudah sakit parkinson sejak 4-5 tahun yg lalu, jadi ga pernah ke Jakarta lagi sejak itu.

Tujuan kedua: mengungsi secara rumah kontrakan kami sedang mau kami ganti catnya, biar bersih dari coretan2nya Dito, juga mau ganti gaya jadi minimalis *budget minimal maksudnya*

Tujuan ketiga: mau uji nyali bawa si Teri McQueen jarak jauh, secara baru sejauh Cirebon aja nih 'anak' ketiga kami bepergian. Awalnya sempat ragu, secara daya tahan saya menyupir sudah jauh menurun, untung dpt teman konvoi, yaitu saudara-saudaranya Anto, teman SMA saya, yg kebetulan mau ada acara keluarga di Jogja. Alhasil saya bergabung dengan konvoi keluarga Maksoem sejumlah 8 mobil!

Tujuan keempat: apalagi kalau bukan menebar virus dan racun klub TeRuCI di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Gemes aja baru 2 orang anggota kami di sana, Bro Drajats (teruci-0047) di Kebumen dan Bro Budi Utomo (teruci-0076) di Sragen. The rest is still no teruciers land! :crying:

So, berikut rundown trip kami kemarin (Kamis 20/12/07):

Persiapan:

1) Final Destination: Yogyakarta
2) ETD: 20/12/07 pk. 09.00
3) Odometer awal: 10360 km
4) BBM: Premium + pil koplo K-Link dagangannya Bro Drajats van Kebumen (teruci-0047) secara ga sempet mampir ke warung bir pletok V-Octane Booster-nya Pak H. Muhsin (teruci-0014). Posisi awal: 6 bar (47 liter)
5) Muatan berangkat: 6 orang (3 d, 2 anak kecil dan 1 bayi), 2 koper dan 4 ransel (ga jadi pake roof rack, secara 1 bedinde ditinggal di rumah)
7) Ban: Dunlop isi gas N2, full pressurized (30-33 psi)
8) Rencana rute berangkat: Jakarta-Tol Cikampek-Cipularang-Ciamis-Kebumen-Wates
9) Rute liburan: Wates, Jogjakarta, Magelang, Prambanan, Solo (kalo ga kecapekan), Purbalingga
10) Rencana pulang: 25/10/07
11) Rencana keberangkatan: konvoi berombongan 7 mobil bareng beberapa teman baru, yg kebetulan dikenalin sama teman pengurus AXiC, janjian kumpul di Rest Area Km 19 Bekasi. Equipped by rakom (HT) pinjeman
12) Perlengkapan perang: lampu darurat, kunci ban tambahan, dingklik lipet, kamera DSLR Nikon D40x + lensa sigma 28-300 (milik sendiri) + lensa 18-70mm (pinjeman Bayu), kamera DSLR Canon EOS40D + lensa 18-55mm (inventaris kantor), tripod dan kursi lipat

Perjalanan Jakarta-Wates:
1.30: baru bisa tidur
6.00: bangun, cek forum bentar u/ confirm ukuran seragam yg mo diambil Wa-One (+ titipan u/ Bro Dwi Widya), Bro Drajats dan Bro Budi Utomo.
7.00: Bro Antoniusgt (teruci-0078) datang, dan ambil 148 lembar brosur
8.00: Berangkat!
8.15: mampir di rumah Bayu, temen SD, pinjem lensa Nikkor 18-70mm
8.40: mampir di rumah ortu di Kalimalang, nitipin 1 bedinde, 2 ekor kura2 dan sekarung pakaian kotor u/ dicuci.
9.10: stop di Soto Bangkong Jatiwaringin, janjian ketemu Wa-One (teruci-0077) yg mo ambil seragamnya dan mbawain 1 pc u/ Bro Dwi Widya (teruci-0055) di Makassar, secara Wa-One mo pulkam ke sana Jumat pagi2 buta.
9.40: nyampe di meeting point dgn rekan2 konvoi, total ada 8 mobil, tapi 1 mobil akan lewat jalur utara: 1 Kijang SGX matic 1997, 2 Kijang GLX 1999, 2 Kijang Innova, 1 Alphard, 1 Ford Everest dan gw. Tangki diisi sekitar 18 lt agar fulltank. Odometer position trip A dinolkan.
10.10: Lineup dan berangkat.
12.00: sampe di Cileunyi/Rancaekek, stop u/ makan siang
13.00: bergerak lagi. Di jalur Nagrek, papasan sama mobil patroli PJR yg seri TS! Very colorful, sayang ga sempat difoto buat koleksi neh.
15.00: stop bentar di antara Nagrek-Tasik, secara anak2 banyak yg mabok/muntah, termasuk dua jagoan saya.
17.00: stop shalat di Wanareja (Cilacap)
19.30: stop dinner di RM Candisari, Karanganyar (Kebumen), Bro Drajats (teruci-0047) datang bersama istri dan anaknya semata wayang. Tangki di-refill di SPBU sebelahnya (Pasti Pas laaah) sebanyak 36 lt. Odometer trip A: 420 km.
=> so rasio konsumsi BBM= 420km/35lt=1: 12!
Average Speed 50kpj, top speed: 120kpj di tol, 80kpj di jalan reguler
20.30: misahin diri dari konvoi, secara mo langsung ke Wates, sementara temen2 yg laen malah jadinya pada nginap di Hotel milik RM Candisari lantaran kecapekan.
22.30: tiba di Wates, di rumah neneknya istri. Odometer trip A: 502km! ditempuh dalam kurleb 12jam, berarti kecepatan rata-rata 41.8kpj!

[insya Allah berlanjut ke D-2, D-3 dan seterusnya...]

Next destination: Borobudur, Magelang (Jateng)

photo taken by me and Vito, using Nikon D40x w/ 18-70mm lens.
©iput 2007 all rights reserved

Event[Keluarga] Libur T'lah TibaDec 17, '07 10:42 AM
for everyone
Start:     Dec 20, '07
End:     Dec 31, '07
Location:     Jogja, Bali
Libur T'lah Tiba
Libur T'lah Tiba
Hore, Hore, Hore...

Dulu paling males denger lagunya Tasya ini, secara tiga tahun berturut-turut selalu gagal liburan, terutama bareng anak-anak. Tiap kali anak-anak saya liburan sekolah, saya pas sedang bepergian ke luar kota/negeri.

Tahun 2004-2005, sayanya yg sibuk kuliah di Inggris. Sempat liburan sejenak (wiken) saat saya pulkam u/ riset thesis, tapi cuma 2 hari nginap di villa milik Eyang saya di Cipanas, itu loh deket villa tempat Halal Bihalal MPers 2005.

Tahun 2006 paling parah. Juli 2006 saya sebulan ngandang di Aceh, pas Vito lagi liburan kenaikan kelas. Akhir tahun 2006 sama aja, secara akhir tahun saya lagi jobless dan sibuk nulis novel, yg sampe sekarang belom terbit-terbit itu :(*

Pertengahan 2007 ga lebih baik, saya lagi sibuk-sibuknya bikin lokakarya keliling Indonesia. Sampai-sampai salah seorang tenaga EO freelancer yg sering saya hire kalau ada job bikin lokakarya di Bali dan Balikpapan bilang: Boss, kapan nih liburan ke Bali??? Sekali-sekali mbok jangan kerja mulu, istirahat, buang stress!

I wish I can Bu... batin saya setiap kali pertanyaan itu muncul.

Ternyata Allah mengabulkan doa saya, secara akhir tahun 2007 ini ada libur puanjang banget, mulai dari 20 sampai akhir tahun. Emang sih liburnya lompat-lompat: 20 (Kamis), 25 (Selasa), 31 (Selasa) dan 1 Januari (Rabu). Tapi di kantor PNS macam tempat saya 'harpitnas' mah kita dipaksa cuti, jadilah tanggal 20-25 kita libur panjang be'eng. Ya udah secara saya ga punya jatah cuti, bahkan wiken dan tanggal merah kadang masih kerja, udah selayaknya kalau saya ambil paksa hari-hari kejepit tersebut.

Lha terus mo kemana? Sempat bingung juga, secara ga punya persiapan apa-apa. Emang pernah terlintas mo ngecet rumah kontrakan, yg temboknya udah ga karuan warnanya dicoret-coret Dito :p Tapi mana mungkin ngecet kalo anak-anak berkeliaran, yg ada baju mereka bakal berlepotan cat tembok dah.

Sempat mikir mo ngungsi ke villa-nya Eyang di Cipanas, terus Minggunya kita turun ke Bandung, mo kondangan sodaranya Bunda, sekalian mo nengok Kumendan TeRuCI Bandung yg lagi bedrest dan kopdaran di sana.

Tapi mikir2 kok nanggung amat yak. Bunda pun ngusul gimana kalau ke Jogja. Secara Mbah Kakungnya belum pernah liat buyut-buyutnya, kecuali Vito yg sempat tinggal sebulan di sana waktu masih umur 1 tahun, Dito dan Hito belum pernah ditengok oleh Mbah Buyut Kakungnya itu.

Yo wis, meski si Teri McQueen rada-rada kurang fit secara shockbreaker kiri belakang ketahuan bocor saat servis 10K di Astrido Daan Mogot Sabtu lalu, kita nekat aja lah. Kalau ga nekat kapan lagi dunk bisa liburan.

Schedule sementara:
20: Berangkat ba'da shalat Id
21: Di Wates
22: Di Jogja, nginap mungkin di Seturan (Depok)
23: Keliling, mungkin ke Borobudur-Prambanan
24: Nyekar ke Tawangmangu atau Tour Kraton Jogja
25: Pulang ke Jakarta

Udah? Belon! Secara tiket udah dibook ke Bali! Yak, kali ini asli liburan, ga kerja mulu, seperti kata Wati, staf saya di sana dan kali ini ga sama keluarga. Secara ditraktir sama rekanan bisnis, ya mana bisa lah bawa rombongan sirkus gitu loh. Rencana barang 2 hari menjelang akhir tahun, saya dan tim kerja saya akan liburan, asli liburan deh janji, di Bali. Kapan dan dimana tepatnya? Ya RAHASIA dunk, tar ketahuan malah kita diburu papparazi dan wartawan mptenmen pula *halah gubrakz*, secara saya mo nyepi dan merenungi apa-apa yg sudah dan belum saya capai tahun 2007 ini.

OK deeeeh... selamat liburan semuanya...! CU Next Year!!! :p

ddd
dThumbnaild
ddd
Meski bulan puasa, travel itinerary saya ternyata ga juga berkurang, malah bolak-balik pergi ke Padang. Kali ini bahkan lebih lama dari biasanya dan sempat jalan-jalan keliling kota.

Salah satunya di lokasi tapak proyek yg kami garap, yaitu seputaran Muara Padang a.k.a Kota Tua Padang, yg bakal direhabilitasi oleh Walikota Pak Fauzi jadi kota modern, lengkap dengan marina-nya, dan dijuduli "Padang Bay City Nurbaya" *halah norak banget seh, nurbaya-nya itu looh*

Berlima, saya, supir, dan tiga orang konsultan bule (2 Danish dan 1 Canadian) berjalan siang2 menelusuri bagian dari kota lama Padang, yg mana merupakan pelabuhan utama sebelum Teluk Bayur jadi seperti sekarang, namanya Muara Padang. Pelabuhan ini masih berfungsi, terutama u/ transportasi dari/ke Mentawai, selain pelabuhan u/ kapal-kapal kayu pelayaran rakyat.

Di bagian darat, banyak bangunan peninggalan Belanda, baik u/ kantoor maupun gudang. Sebagian masih difungsikan sebagai gudang atau kantor-kantor, bahkan ada satu bangunan cantik yg dialihfungsikan sebagai HOTEL! Namanya HOTEL BATANG ARAU, sesuai nama sungai yg membelah kawasan ini. (foto2 lain hotel ini bisa ditilik di mp-nya Martin Hardiono, kolega saya).

Di bagian lain, ada satu toko oleh2 penganan khas Sumatra Barat, yg sangat terkenal, namanya Christine Hakim. Dulu saya kira yg punya ya Bu Christine Hakim sendiri, namun saya kecele abisss, secara itu nama yg punya yg kebetulan sama, dan dia sudah nenek-nenek dan bukan orang Minang, tapi keturunan Tionghoa! *gubrakz ketipu gw*

©ciput 2007 all rights reserved

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help