Ciput's posts with tag: mpers
Dulu, kalau kita drag panah penunjuk mouse kita ke hedsot pengunjung blog kita yg belum kita kenal, sering kali muncul istilah Not In Your Network. Dulu, saya sih cuek-cuek aja sama status pengunjung macam ini, secara bisa jadi pengunjung nyasar yg kebetulan lagi googling atau seaching di multiply dan kebetulan topik yg dicari ada di salah satu blog kita.
Paling sering kejadiannya di postingan soal lagu-lagu, terlebih Indonesia Raya yg paling banyak diklik orang menjelang 17an. Coba Lebaran ada lagunya dan saya aplod di MP saya, pasti juga rame deh. 
Sampai suatu hari, saya diinvite seseorang yg saya tidak kenal untuk bergabung di suatu multiply group bernama i like discussion. Awal-awal saya ga begitu minat browse ke group ini secara saya sibuk banget di kantor sampai posting pun jarang khan.
Suatu hari di libur Lebaran yg puanjang ini, secara ga ada kerjaan yg mendesak, kecuali menerjemahkan laporan-laporan dan momong anak-anak yg jahil-jahil, saya iseng baca-baca ke group ini dan tiba lah pada satu topik yg temanya REUNIAN. Saya pikir tadinya ada yg mau bikin reuni, tapi pas saya baca ternyata ada yg usul mau bikin kopdar atau gathering MPers se-Jabodetabek. Nah lho?
Setelah saya telusuri satu per satu reply-reply di situ, semua kok seperti belum pernah ngalamin yg namanya kopdar ya? Haloooooooooooooo... where's on Earth they are living? Perasaan selama ini teman-teman MPers saya pada doyan kopdar deh, apalagi kalo ada sesi foto-fotonya! 
Ada yg reply malah nanya, emang banyak anggotanya kalau cuma se-Jabodetabek? Gubrakz! Presiden MP ID#1 aja pernah nyap-nyap secara saya bilang kalau kopdar ultah ke-3 di Setu Babakan Juli lalu itu "katanya" terbesar. Padahal emang terbesar sih, secara 200 lebih MPers plus rombongan sirkusnya (keluarga maksudnya). Saya aja datang berlima setengah, plus asisten istri dan Hito yg masih di perut Bundanya.
Tapi kok ngeliat peserta eh pe-reply pada antusias dan nampak dari tulisannya mereka sepertinya memang belum pernah sekalipun kopdar kayak saya, yg so far malah lagi kapok kopdar2 lagi pasca insiden penayangan SOTR di Trans7 yang lalu. 
Selidik punya selidik, ternyata 90% pe-reply tersebut berstatus NOT IN MY NETWORK! Kecuali dua orang, Fajar dan Enggar Wardoyo, katanya admin-nya dan baru add saya jadi online buddy setelah saya reply beberapa kali ngeledekin mereka-mereka. Bahkan si pemosting, Aman, juga berstatus NOT IN MY NETWORK!
RUAARRR BIASAAAA...!
Luar biasa hari gini masih bisa nemu network di luar orbit! Ternyata jumlah contact saya yg sudah 488 ekor itu tidak menjamin tidak ada orang yg di luar network... ternyata teori six level of friendship, dimana enam kali pertemanan kita bakal ketemu teman sendiri, tidak berlaku di sini. Hmmmmm...
Eniwei, baidewei, baswei, saya sih salut dengan semangat mereka berkumpul, saya cuma mau ngingetin aja agar mereka jangan sampai mengalami kekeliruan yg pernah saya alami selama berinteraksi dengan teman-teman MPers, bahkan sampai kewalahan kopdar! 
Ya sudah.. sampai di sini jurnal ga terlalu penting kali ini.... SELAMAT MENIKMATI SISA LIBURAN YG TINGGAL DUA HARI LAGI! 
Keterangan gambar: foto keluarga MPers di Ultah 3 MPers Indonesia di Setu Babakan 07.07.07 (jepretan saya sendiri, makanya sayanya malah ga ada khan )
©ciput 2007 all rights reserved.
| Start: | Oct 8, '07 12:30a | | End: | Oct 9, '07 12:30a | | Location: | Jelang Malam, Trans7 | Yup... banci tampil di MP udah biasa dan gampang secara tiap orang bisa. Banci tampil di majalah khusus otomotif juga udah pernah biar baru sekali.
Nah kalo banci tampil di TV? Ga semua orang punya kesempatan. Alhamdulillah malam Minggu (7 Okt 2007), pas Sahur On The Road bareng temen2 MP dan transporter TeRuCI, saya selaku kumendan TeRuCI berkesempatan banci tampil abis2an di Trans7.
Reporter Jelang Malam di Trans7, Jeng Indrayani, berkehendak mendampingi saya dan si Teri McQueen B2944QM membagikan makanan sahur di sepanjang jalan Raya Pondok Gede, Raya Bogor, Kelapa Dua, dan berakhir di Margonda.
Setiap kali Indra atau saya turun dari mobil menyerahkan bungkusan nasi sumbangan teman2 MP dan sponsor (Telkomsel) kepada orang2 yg kami temui di sepanjang jalan, seperti pemulung, penyapu jalan dan polisi, kamera yg dipegang juru kamera Rizki segera menyorot aksi kami tersebut. Duuuh berasa di reality show dah!
Mo liat aksi reality show saya? Eh di sana ada seleb-seleb MPers yg lainnya looh. Tunggu tanggal tayangnya.
Sssst... Bocorannya sih Senin atau Selasa ini, sekitar jam 00.30!
Di jurnal-jurnal terdahulu dengan tag [travelling], saya pernah bilang kalau suatu saat nanti saya bakal travelling ke Eropa, tepatnya ke Denmark, negara dimana duit proyek saya berasal, dan Belanda. Sedari awal memang proyek yang saya kelola sudah ada desain kegiatan mengirim 12 orang, terdiri dari staf KLH, Bappenas dan Depdagri, serta konsultan, bepergian selama 10 hari memelajari tentang kajian yg kami lakukan di negara yg sudah berhasil mengembangkannya. Kegiatan serupa ini sering disebut juga Studi Banding.
Belakangan jumlah itu membengkak jadi 17 orang! Set dah! Kok bisa? Ya secara estimasi biaya yg saya rancang di awal proyek ternyata kegedean! Jadi ceritanya bersisa banyak kalau dipakai sesuai rencana awal.
Namun entah kenapa, sedari awal saya enggan berharap banyak untuk diikutkan. Meskipun demikian, nama saya bertengger di daftar nama calon peserta sejak lama, meski di nomor buntut, yaitu 17! Sedari awal pula saya selalu bilang ke semua orang, bahwasanya saya termasuk dalam kategori 'bisa dibuang' dari daftar.
Pertama, saya sadar fungsi job saya adalah project management, yg lebih banyak mengurusi manajemen administrasi dan keuangan, ketimbang tenaga ahli, yg lebih mengurusi substansi bidang yg kami kaji. Dan biasanya studi banding urusannya melulu substansi dan lobby politik, bukannya soal manajemen proyek.
Kedua, saya sepenuhnya sadar bahwa sejatinya sebuah kegiatan studi banding merupakan sarana penghiburan bagi para PNS yg mungkin sulit bepergian ke luar negeri, apalagi sampai ke Eropa yg juauhnya bukan kepalang. Apalagi saya ini *bukannya sombong apalagi sok pamer* sudah pernah tinggal cukup lama di kawasan itu, khususnya di Inggris. Jadi boleh dibilang saya sudah cukup kenyang lah tinggal di sana. Jadi saya semakin lengkap sudah masuk kategori "kurang prioritas".
Ketiga, saya sepenuhnya mengerti kalau sudah urusan bagi-bagi kursi, eh... maksudnya tiket begini, bakal banyak sekali timbul intrik-intrik dan sikut-sikutan.
Maka dari itu, saya coba untuk memahami sedari dini, siapa saya dan apa pentingnya saya ikut kegiatan tersebut.
Alhasil, begitu Senin (24.09.07) kemarin saya dengar bahwa ada reshuffle eh... pengurangan jumlah peserta, saya sudah siap mental. Dan memang benar, saya dicoret dari daftar peserta!
Kecewa? Ajaibnya tidak sama sekali saya rasakan. Entah mungkin sudah sedari awal menyadari posisi dan peran saya di kantor ini, saya jadi lebih siap bila kemungkinan terburuk yg timbul.
Alhamdulillah, saya justru bersyukur secara dengan demikian saya bisa penuhi keinginan sahabat-sahabat saya di komunitas TeRuCI untuk bikin touring dan halal bihalal. Tadinya kami sepakat untuk menunggu saya pulang, nah kalau sekarang mah judulnya anytime atuh.
Tadinya istri saya agak keberatan ditinggal segitu lama dan jauh, setelah sekian bulan liat suami di rumah cuma 3 hari dalam seminggu. Meski mungkin kehilangan sedikit tambahan penghasilan dari sisa uang saku, tapi istri dan anak-anak saya bahagia tidak ditinggal-tinggal lagi lama-lama *R U sure? *
Sekarang lagi mikir-mikir mo nongol pas acara Halal Bihalal MPers Indonesia ga ya??? Sempat juga tengsin, secara udah gembor-gembor bilang tidak bisa ikutan, kok kayak menangguk liur sendiri jadinya ya. Ah sutra lah secara alasannya jelas, buat apa tengsin lageeee! Lagian palingan di sono cuma ngeliat patung Little Mermaid doank (lihat foto ilustrasi).
Berartiiiiiiiiii siap siaga untuk kopdar lagi khan 
Gambar ilustrasi dikutip dari sini. OK get back to work! ©iput 2007 all rights reserved.
| Start: | Oct 6, '07 09:00a | | End: | Oct 7, '07 | | Location: | Taman Menteng Deh, jangan Danau UI | Kali ini acara insya Allah lebih meriah lagi, sumpeee... -------------------------------------------------------------------------------- dikopipas dari sini.
Tema: Jangan menyerah karena kemiskinan!
Dear rekan mpers, seperti tahun-tahun sebelumnya, MPers Indonesia berniat berbagi dengan saudara-saudara kita kaum dhuafa, termasuk berbagi dengan adik2 RCP yang menjadi kegiatan rutin setiap 2 kali setahun (untuk informasi, kegiatan RCP ini sudah masuk ke kegiatan ke-5). Dan untuk keseluruhan kegiatan baksos MPers, maka kegiatan kali ini sudah masuk agenda ke-23.
Detil kegiatan Baksos Ramadhan MPers 2007 adalah sebagai berikut: rangkaian kegiatan diadakan satu hari penuh, Sabtu, 6-7 Oktober 2007 Sabtu, 6 Okt 2007 09.00 kita baksos Kunjungan ke Panti Jompo di Parung, 13.00 kita acara pokok baksos di Taman Menteng (tentative kecuali dapet tempat GRATIS) untuk menyantuni anak2 duafa + RCP-5 at least 150-200 anak, games, outbound, dll (kalau ga dapet tempat gratis, alternatif tempat adl. Danau UI, atau ada alternatif lain?) Konsep rencana acara: - melukis / menggambar anak-anak, - outbound, - pengarahan keadaan & undang2 di jalan raya (by bapak/ibu polisi), - life story telling by Andrea Hirata, - kegiatan ketrampilan tangan untuk bekal anak2 jalanan & adik2 RCP, - pembagian buku gratis untuk anak2 jalanan & adik2 RCP, - dll...
17.00 bersiap Buka Puasa Bersama di tempat yang sama, 21.00 ke base camp (rumah mas mBong, kalau masih diperkenankan) untuk mempersiapkan / packing barang sumbangan untuk acara SOTR (Sahur On The Road), langsung di pagi hari-nya.
Minggu, 7 Oktober 2007 00.30 berangkat keliling jalan untuk SOTR (Sahur On The Road)
Terima kasih diucapkan kepada rekan2 mpers yang sudah ikhlas untuk membantu dalam kegiatan baksos, dan tergabung dalam kepanitiaan: Penanggung Jawab: Sabri Koordinator acara Panti Jompo: Nozqa Koordinator acara Buka Puasa Bersama: Yesi Koordinator acara Sahur On The Road: Ciput (0818 96 2004)
Acara: Agung, ... Bazaar amal: Icha, ... Publikasi / Sponsor / Media: Pritha, Ari, Inggrid, Iman, Ita, ... Konsumsi: Hanum, Ade, ...
Tentunya masih sangat banyak diperlukan tenaga untuk voluntir acara ini, terutama membantu di acara utama di Taman Menteng. Oleh sebab itu masih diharapkan kesediaan rekan2 mpers untuk membantu kelancaran acara ini, yang rencananya bakal diliput beberapa media cetak & elektronik.
Semoga rencana liputan media ini juga tidak membuat kita lupa esensi acara amal tahunan Multiply Indonesia, yang dilakukan dari mpers, oleh mpers & untuk mpers. Dan tentu masukan, saran dan kritik dari seluruh mpers SANGAT DITUNGGU!!!
Untuk rekan mpers yang tidak dapat urun sumbang tenaga, dapat menyalurkan dalam bentuk pakaian, buku anak-anak atau uang tunai yang dapat di-transfer ke: Rekening dana baksos MPers: 1. Bank Mandiri Depok, No. 129-00-0496405-8, a/n Sri Sarining Diyah, 2. BCA Depok, No.421-232-6813, a/n Sri Sarining Diyah, 2. atau menggunakan Western Union / Moneygram, Sri Sarining Diyah, Jl. Raya Pulogebang No. 2, Jakarta 13950
salam hangat,
======================================
Berikut ini adalah undangan dari PJ untuk rekan2 mpers bergabung dalam acara baksos ini: "Kemiskinan adalah sangat dekat dengan kekafiran"
Makna terdalam kekafiran adalah pengingkaran keberadaan Tuhan, dalam nama apapun Dia Sang Pencipta ingin kau sebut. Dengan kata lain, kekafiran adalah kemiskinan absolut spiritualitas religius.
Kemiskinan memiliki berbagai segi. Kemiskinan bisa juga berwujud dalam ketiadaan ilmu, yaitu kemiskinan akal. Kemiskinan harta adalah ketiadaan hak milik. Kemiskinan semangat adalah apatisme. Sedangkan kemiskinan moral adalah pengingkaran terhadap prinsip-prinsip etis dalam sikap dan perilaku. Segi-segi kemiskinan ini seperti lingkaran setan, dan kemunculan salah satunya akan memicu reaksi berantai bagi segi yang lainnya.
Bila kita permanai, semakin banyak jumlah orang dan anak-anak yang berkeliaran di perempatan jalan. Bisakah kita menutup mata?
Dalam segenap keterbatasan kita, selalu ada yang tersedia untuk sesama. Sudah barang tentu tak mungkin kita memerangi kemiskinan harta, seberapa kayanya pun kita. Terutama karena kemiskinan harta di negeri ini terbentuk oleh sistem yang tak adil bagi si kecil. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Well, bukankah ada segi-segi kemiskinan lain yang mampu kita tangani?
Inspirasi Semangat Ilmu Harapan
Jangan pernah menyerah karena kemiskinan! Ya, tema inilah yang akan kita tularkan kepada anak-anak yang kurang beruntung itu. Sebuah langkah kecil untuk memulai pemutusan lingkaran setan kemiskinan. Mudah-mudahan bisa membangkitkan daya juang mereka untuk mampu menolong diri mereka sendiri. Sebab, apalah artinya hidup tanpa harapan?
Aku mengetuk pintu hatimu, kawan. Sudilah kiranya kau sisihkan sejenak waktu dan hatimu sedikit saja, untuk menggagas bersama agenda Baksos Multiply Indonesia 2007.
Mari bergandengan tangan, kawan. Silakan kontak: Brecs Noorsabri 0811 190 534 Pritha 0817 00 3434 7 Ari 0818 8484 99
PS: - Mohon disebarkan / di-link kepada teman-teman lain yang kiranya bersedia
Sebenarnya saya tuh paling hobi berkomunitas ria, sejak masih jaman serba manual hingga jaman serba online begini. Tak kurang dari 30 milis, 2 web forum (forum.teruci.org dan ajangkita.com), dan 1 komunitas blog yg saya ikuti. Mulai dari yg berbasis blog seperti multiply, jaringan alumni sekolah (SMA 8, Chevening 2004, PPI-UK, PPI-Newcastle), profesi (lingkungan, GIS, system dynamics, ), hobi (fotografi, travelling, National Geographic, museum/sejarah) sampai otomotif (ruster, DCCI dan teruci). Belakangan saya mulai kewalahan juga mengikuti dinamikanya, sehingga saya memutuskan untuk mengurangi intensitas keterlibatan saya. Paling tidak tinggal 4 komunitas yg saya masih intens tekuni *halah tekuni, apa coba*, yaitu:
- smandel-88: alumni SMAN 8 Jakarta angkatan 1988
- CA2004: alumni beasiswa British Chevening Award angkatan 2004
- Multiply Indonesia
- Teruci (Terios-Rush Club Indonesia).
Sisanya ada yg hanya memantau (ada juga yg sambil sesekali mereply) di milis semata, sebagian besar malah tidak aktif lagi dibuka secara ga sanggup lagi membagi isi kepala dengan sekian ragam topik.
Kalau sekedar aktifitas online di milis/blog, saya masih sanggup sih mengikuti, bahkan di kala saya sedang rapat atau lokakarya sekalipun . Yg repot kalau sudah merambah ranah kopdar. Saat ini saya cuma sanggup melakukannya di 3 komunitas, yaitu Multiply, smandel-88 dan Teruci.
Multiply saya pilih secara dinamikanya sangat bergejolak, tak hanya soal berantem antar sesama member, tapi relasi antar member sudah menjangkau ranah pribadi, mulai dari saling mengucapkan selamat saat ada yg ulang tahun, nikah, melahirkan dll.
Tak kurang dari itu, komunitas ini sudah merambah ruang profesi. Sebagian staf saya di kantor pun berasal dari komunitas ini, kalau boleh disebut ya sekretaris dan pencatat transkrip (lihat gambar di kanan ). Belum lagi interaksi bisnis sprei dan bantal cinta dagangan istri saya yg berhasil saya kembangkan di sini.
Selanjutnya komunitas Teruci, yg isinya kebanyakan pemilik mobil Daihatsu Terios dan Toyota Rush seusia saya. Di komunitas ini, saya bahkan dipercaya jadi kumendannya, hanya gara-gara saya berhasil menengahi konflik kepemilikan nama komunitas yg sempat bikin gerah komunitas ini (pernah diulas di sini).
Sebenarnya, komunitas alumni SMAN 8 Jakarta tadinya sudah beyond my home range, sampai suatu hari salah seorang sahabat karib saya iseng menelpon. Dari situlah saya kembali join di milis, yg sebenarnya sudah undur diri 3 tahun yl itu.
Berawal dari iseng-iseng ngisi waktu wiken yg serba terbatas bersama anak-anak dengan ikutan reuni mini yg tak direncanakan di Cipanas, dilanjut dengan kopdar di Citos dengan teman-teman yg dulu semasa SMA malah tidak begitu karib, eh belakangan ini muncul keinginan salah seorang teman karib saya, sebut saja Mas Y, yg sekaligus teman SMP saya. Begitu ngototnya dia mengajak reunian eks teman-teman sekelas di kelas 1 SMA dulu sembari buka puasa bareng. Saya sudah jelaskan kalau jadwal saya sedemikian padatnya, tapi si Y, yg dulunya super duper kuper ini, tetap saja keukeuh dia ngajakin reuni dalam minggu ini atau minggu depan.
Duh Y, seandainya saja kamu mengerti betapa repotnya saya mengelola jadwal hidup saya yg sudah sedemikian ribetnya... Bukannya saya tidak mau ketemu kamu dan teman-teman lama *maaf tidak ada story apa pun dengan mereka kok*, tapi ya itu tadi kapannya itu yg sulit dipastikan. Jangankan reuni, atur waktu antar Vito latihan wushu dua kali seminggu aja sudah mulai sulit je.
Belakangan muncul pula desakan dari seorang teman di komunitas alumni CA2004, untuk ikutan repot di asosiasi alumni penerima beasiswa British Chevening Award dari seluruh angkatan yg sedang dalam proses pembentukan. Alasannya biar kenal sama Lula Kamal, Ira Koesno, Riri Riza dan Arief Suditomo *halah basi banget dah alesannya* Duuuuh... kenapa juga musti saya sih, apa tidak ada orang lain yg waktu, tenaga dan pikirannya masih rada lowong gitu loh.
Namun biar sibuk, saya selalu coba untuk menyempatkan ikutan di acara-acara terpilih, seperti halal bihalal, baksos dan buka bersama + sahur on the road yg bakal selalu jadi event rutin komunitas-komunitas seperti Multiply Indonesia dan Teruci.
Bahkan saya ada gagasan untuk menggabungkan paling tidak dua komunitas dalam waktu dekat ini. Tunggu tanggal mainnya aja deh secara sekarang sudah masuk waktunya gitu loh *secara ga mau mbocorin rencana teman-teman*
gambar-gambar dari koleksi pribadi dunk.
©iput 2007 all rights reserved.
|  | Niat awalnya berangkat sendiri, terus nyambung kopdar TERUCI jam 14.00 di Autoline Jl. Arteri Kedoya/Jl. Panjang. Nyatanya si bidadari botak nelpon dan mau nebeng ke sana. Alhasil pergilah saya dan Nozqa, yg sama-sama botak dan jadi perhatian sebagian hadirin, secara mirip-mirip pasangan yg aneh :p
Sampai jam 13.00 saat saya sudah harus cabut nyusul teman-teman TERUCIers, MPers yg kelihatan batang hidungnya di Gedung Serbaguna Senayan cuma 5 orang saja, termasuk saya dan Nozqa, Bayu dan Ade, Ida yg tega ninggalin si Rafi di rumah sementara Agung, suaminya malah lagi asyik outing di Anyer.
Makanannya enak-enak, sila diripiu Kang Bayu... ada zupa soup kegemaran saya, ada steam boat seafood. Tapi dari semua hidangan, justru steak lidah yg pegang nominasi makanan favorit.
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, YA RONI & UTHE . Tunggu 5 tahun nanti kayak apa pernikahan kalian :D *grin* |
|  | Berawal dari network message-nya Winda yg ngajakin kopdar di PIM, alhasil serombongan sirkus MPers menyerbu rumah kontrakan saya yang langsung berasa sempit gitu deh.
Yg pertama nongol Mba Puji yg dateng beriringan naik motor Astrea Prima jadul dengan Wib. Ga lama Nozqa bareng Winda dan cowoknya yg ga kalah subur dari gw badannya, meski gw yakin jauuuuh lebih muda umurnya itu, dan Penyair Gemblung Aribowo.
Riuh rendah rumah dibuatnya, apalagi bersamaan datang Anneke, teman SD-nya Bunda, lengkap dengan Rudy, suaminya, dan Caca, anak perempuannya.
Sayang ga ada suguhan kecuali sirup jeruk daaaan es kelapa secara tukang bakso ga liwat-liwat :p
Sorenya Mba Ienk datang bersama Aras, sang calon mantu saya, dan si Pap (bapaknya Aras) diantar Nozqa :p
TQ teman-teman, terutama buat kadonyah dan kopdaran di rumahku yg mungil itu :)) |
|  | Buka posting fotonya si Deby soal Sang Ratu Kopdar van Jogja (Mba Hida, red.), baru keinget kalau masih punya utang aplod foto-foto pas kopdaran dengan MPers Jogja 16 Juli 2007 di Cafe Momento-nya Mba Difla di Gejayan, Jogja.
Pagi2 tiba Stasiun Tugu, langsung SMS si Bude, meski ga yakin bisa ketemu apa ngga secara acara rapet bener jadwalnya. Mulainya aja udah jam 13.00 dan baru usai jam 21.00! Itu pun aq kabur dari ruangan secara bete abisss dengerin para birokrat ngomong ngalor ngidul :(
Akhirnya nekat aja, meski badan masih remuk dan mata udah ngantuk. Begitu si Bude confirm tempat ketemu, langsung daku dan ibu sekretaris meluncur ke Gejayan. Sempet nyasar sedikit (baca: kebablasen :D) akhirnya ketemulah kami dengan si Bude yang berdiri manis di depan Cafe yang antik itu. Katanya sih dia ngundang MPers Jogja, yang ternyataaaaaaaaaaa cewek semuah! *gubrakz* Alhasil aq jadi ganteng sendiri :p
Pesan minuman teh Pu-erh, yang katanya berkhasiat melangsingkan tubuh :p, ukuran Large. Kirain yang Large itu gelasnya, ga taunya TEKONYA! *gubrakz* Bisa langsung langsing beneran deh aq :))
Akhirnya berkumpullah sederet kaum hawa MPers Jogja. Ada Lala dan adiknya, ada Deby dan temannya (lali jenenge :p), ada Mba Difla sang pemilik cafe yang ruame puoll orangnya, dan tentunya Mba Hida yg meluncur jauh dari istananya di Kalasan, Prambanan sana :D
Seru, meski baru sadar kalau selain Mba Hida dan Ibu sekretaris, semua yang hadir di situ aq belumlah kenal, apalagi jadi contact :( Pulangnya baru deh pada saling inpait :p
©ciput 2007 all right reserved |
Sebuah percakapan di sebuah dining room di hotel berbintang di Jl. Sudirman minggu lalu. Di hadapanku duduk seorang perempuan berkulit putih yang bekerja di dalam satu proyek denganku, tapi kami ditempatkan di bagian yang berbeda dan di gedung yang berjauhan dalam hitungan kilometer.
Si perempuan bermata biru itu membuka percakapan dengan berkata: K: So C, you're now free of your colleague from Britain. C: What do you mean? K: C'mon, you know exactly what I mean, it's about Mr. R!
Mukaku memerah mendengarnya. Bagaimana bisa orang ini tau... balik saya bertanya. C: Howabout do you know that? K: Well, it's been a hot topic in my office and of course, I read your blog! C: *speechless* K: So, please be careful to what you've write, C...
Ya begitulah... biar kata MP ini katanya eksklusif untuk member doank, tapi itu kalau kita posting untuk member, either for individual, contact or network. Sisanya (everyone, red.) adalah siapapun juga yang bisa mengakses internet dan lebih spesifik lagi bisa googling!
Untung si teman perempuan saya ini bijak dan malah menasehati bahwa apa yang saya tulis itu bisa jadi bahaya laten di masa datang... baik secara hukum maupun sosial.
Thanks K for advise, I know you're such a real life good friend.
Peace aaah... ini jurnal kaga ada maksud menanggapi jurnal tertentu, secara kejadian nyata ini sudah berlangsung seminggu yang lalu. [catatan penulis: ini salah satu alasan saya rada jarang posting belakangan ini, selain tentunya alasan klasik sibuk sama kerjaan yg memang lagi mulai peak-season]
©ciput 2007 all rights reserved.
|  | Kemarin itu pas kopdar Ultah MPers ke-3, sebenarnya perlengkapan perang sudah kumplit-plit, tapi secaraaaaa Vito, anak sulung saya, lagi demen belajar moto, yg ade ane nyg gigit jari secaraaaa kamera dibawa dia mulu.
Hasilnya sih not too bad, cuma kok miring??? Pas ditanya, jawabannya simple: ikut-ikut Ayah motret miring! *plakkkkk!*
Yg menarik juga disimak a/ pas Vito ketemu Aqsa for the first time being... langsung kompakan gitu deh... Alhamdulillah kagak rugi dah bokap2nye pada sobatan dan nular ke anak.
Sebagian foto ada di album poto2 yg sebelumnye, yg ini dipisahin secara biar unik dan eksklusif album Dari Mata Vito/From Vito's Eye, siapa tau ada talent scout yg naksir anak gw :D
©ciput 2007 all rights reserved. |
|  | Cuplikan liputan lain dari kopdar yg katanya terbesar, secaraaaaa katanya 280 lebih MPers (based on ID) yg menyatakan mau datang, tapi ternyataaaa tak lebih banyak dari Ultah MPers tahun lalu di Danau UI.
Yah namanya juga manusia, ada aja halangannya, apalagi cuman kopdar MPers, yang mungkin buat sebagian orang ga penting-penting amat dibanding agenda acara masing-masing. Padahal panitia udah kerja keras, sampai kurang tidur, nomor duain urusan kerjaan/kantor, ngerogoh kocek sendiri, semua demiii... suksesnya acara yg digawangi dua pije cantik bin galak *ups*
Salut buat temen-temen yg udah berusaha keras datang, biar cuma sekelumit bahkan sampai ada yang salah jam! *gubrakz :))*
Buat yg ga datang, ya ga apa-apa juga sih, secaraaaa... rugi ajah kaleeee ga ketemuan sama seleb-seleb MPers sebelum mereka ngetob markotob beneran :p
Sayang bazaar kurang sukses, secara pada kurang laku, salah satunya dari hasil jualan sprei dan bantal cinta yg cuma laku 4 biji, itu pun kebanyakan pesen secara yg ditanya yang ga ada (ini kata istri looh). Mungkin juga momentumnya kurang tepat dipadukan dengan kopdar *evaluasi u/ diri sendiri yg emang kerja sendirian di urusan bazaar gitu looh :D*
Buat de Pijes, Cekar dan Pritha, you're the best couple pijes ever dah... salut buat ga tidur secara tetap kompak mikirin kelakuan panitia yg mungkin pada mbalelo, males2 dan sak kepenake dewek until last minute *nglirik diri sendiri*
Sampai jumpa di tepi danau, bukan waduk atawa bendungan, yg lain di taon depan yak :D
©ciput 2007 all rights reserved. |
Kejadian ini terjadi di sebuah komunitas (tak disebut namanya untuk mencegah fitnah, tapi yang jelas bukan MPers pastinyaaaa ).
Ceritanya ada keinginan untuk kopdar dari sebagian warga komunitas yang bawel-bawel dan ga sabaran. Masalahnya tinggal dimana dan kapan yang memenuhi kesanggupan semua pihak di dalam komunitas yang barusan terjalin (bukan terbentuk yaaaaa) di dalam web forum dan milis.
Keinginan itu tiba-tiba disekak oleh moderator di milis yang mengatakan bahwa untuk gathering (istilah ybs untuk kopdar) kita harus sepakat dulu apa visi dan misinya, bagaimana AD/ARTnya dan seperti apa dan siapa yang jadi pengurusnya.
Lah Oom, kita ini mau kopdar a.k.a kumpul2 doank, ngapain juga musti repot2 bikin segala tetek bengek itu dulu yaaa? Kenapa ga ketemuan dulu, cerita-ceriti sana kemari, terus baru deh dirembugin di situ? Kita ini khan baru aja kenalan, itu pun masih secara tulisan doank, belum liat rupa dan bentuknya, kok udah mikir jauh-jauh .
Tar yang ada kita2 pada malas ikutan lagi, kalau belum2 udah ribet dan kebanyakan diatur. Partai aja kebentuk dari kumpul2 dulu baru bikin kesepakatan atas dasar kesamaan kepentingan dan keinginan. Eh kok tiba-tiba jadi inget pasal 29 UUD 1945 nih: "Kebebasan berserikat dan berkumpul bla... bla... bla.." *sorry ga hafal yang UUD yang sudah diadul-adul DPR*
Moderator yang aneh!
Untung aja acara Ultah ke-3 MPers yang tanggal 7 Juli 2007 entar bakal diadain di Setu Babakan kagak pake urusan pabaliut gitu yak. Yang penting ada bazaar, ada games, ada *ada apa lagi bu PJ! Ane kagak apal neh! *
Eh tapi kalo ada yg manpaatin acara kayak gini buat bikin partai, gimana dunk? Ya gw tolak mentah-mentah lah! Saya mah mau jualan sprei dan bantal cinta ajaaaah *halah ngiklan, yah secara pesan sponsor *
Gambar: Desain kaos buat ngeraemin acara kopdaran tar tuh (designed by Sarantos) *makasih bu PJ atas koreksinya*
©ciput2007 all rights reserved.
[ssst... barusan di milis komunitas itu muncul desakan u/ ngumpul tgl 1 Juli, ternyata banyak juga yang kagak mau pabaliut kayak saya ya]
Hari Sabtu 23/06/07... secara istri batal ikutan demo bikin kue gratis di Gramedia Jl. Panjang lantaran Dito flu berat, saya ajak aja dia kondangan ke pernikahannya Putri dan Ruby di Duren Sawit. Saya bilang: "Khan on the same way to belanja sprei" *halah ngiklan* secara emang rumahnya Putri di Jl. Serdang tepat di tengah jalan menuju ke toko sprei langganan istri.
Jam 12.00 tepat kami masuk ke jalan Serdang yang diblokir khusus untuk para tamu. Baru mau belok ke lokasi parkir bertuliskan: PARKIR TAMU, tiba-tiba kami disetop oleh segerombolan anak muda berseragam batik. Salah seorang di antaranya berteriak: "Mari Pak, saya Valetin!"
Saya bingung apa maksudnya, saya turunkan kaca jendela yg otomatis, dan bertanya balik: "Valet? Kayak hotel aja" . Si pemuda menukas, "Iya Pak, ini layanan gratis dari panitia"
Sejurus kemudian, kami turun, lengkap dengan dibukakan pintu oleh dua orang pemuda petugas Valet Service tadi. Begitu saya turun, berebutanlah mereka... "Sini! Sini! Gw aja! Terios gitu loooh!" teriak salah seorang dari mereka. Saya dan istri cuma bisa tersenyum simpul menyaksikannya.
Kami masuk dan istri pun mengisi buku tamu yang diisi: ciput & triana (mp) . Belum usai istri masukin amplop putih ke kotak kado, tiba-tiba saya dijawil seorang petugas Valet sambil berkata: "Pak, mobilnya otomatik ya? Temen saya kagok tuh, bisa kasih tau dikit?" *gubrakz!* Tadi sih berebutan, sekarang baru rasa deh loe! 
Setelah mengajari sedikit petugas valet tentang cara masukin gigi mundur dan maju serta parkir, saya menyusul istri yang masih ragu-ragu masuk ke dalam. Tak seorang pun kami kenali. Tak juga seekor MPers tampak... Kasihan Putri, tak ada yang hadir rupanya.
Kami melangkah masuk ke dalam rumah bertuliskan: "RUMAH MEMPELAI". Saya diminta petugas belok kanan sedangkan istri ke kiri. Ooo rupanya dipisah antara pria dan wanita. Di ruang pria, tampak seorang pria jangkung berpakaian pengantin Melayu modern berwarna krem. Diantar petugas penerima tamu, saya diperkenalkan kepada si pria, yang ternyata adalah Gauz, kakak Putri yang hari itu juga merayakan pernikahannya yang sudah dilangsungkan sebulan sebelumnya! Waaah rupanya paket hemat nih nikahannya! 
Setelah memerkenalkan diri, Gauz bilang kalau Putri dan suaminya Ruby sedang istirahat dan memersilakan saya langsung makan siang. OK deeeh, secara perut udah keroncongan berat abis nganter Si Teri ke bengkel untuk servis 1000km-nya.
Tunggu punya tunggu, Putri tak kunjung keluar juga. Untung suaminya, si Ruby *yg ternyata punya blog MP juga tapi lupa nanya apa IDnya*, keluar dan diperkenalkan Gauz ke saya. Alhamdulillah ada teman ngobrol yang rada-rada nyambung, secara undangan lainnya kagak ada yang kenal blasss, kebanyakan teman-teman orang tua mereka rupanya.
Setelah ngobrol ngalor-ngidul ga jelas sama Ruby, yang ternyata kenal sama Mas Arko, di sela-sela jabatan tangan para tamu... saya akhirnya mohon pamit secara istri juga mulai ga nyaman di tengah-tengah komunitas yang tak dikenalnya seorang pun ini.
Uuuggghhh pada kemana nih anak-anak MPers, yang biasanya datang berbondong-bondong? Apa secara pada kondangannya Fetry di Tasik ya??? Kasihan si Putri... adik angkatan saya di SMANDEL yang mungil ini. Ya sutra lah... nganggur dah kamera Olympus C725UZku... secara kagak ada yang bisa dipoto gitu looh.
Keluar rumah Putri yang megah berkerudung tenda ber-AC itu, saya datangi petugas Valet yang segera kelabakan mencari sang petugas yang tadi nyupiri Si Teri. Saya bingung secara saya lihat kuncinya tergeletak di meja Valet Service. Saat ditanya, dengan enteng salah seorang petugas menjawab: "Maklum Pak, mobil otomatik, masih gres pula, ga ada yang berani bawa, takut penyok !" sambil nyengir-nyengir kuda. Saya dan istri cuma tersenyum melihatnya.
Saat meluncur keluar kompleks menuju toko sprei, istri sempet-sempetnya nyeletuk: "Yah, keren abiss ya divaletin gitu, kebayang ga kalo kita naik si Jimin, divaletin juga ga ya???" 
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU PUT! Biar kalian kawin muda, semoga perkawinan kalian langgeng sampe kakek-nenek!
©ciput 2007 all rights reserved.
|  | Dari acara rapat panitia ultah MPers ke-3 di Omah Sendok, Kebayoran Baru yg berujung ultah ke 39 *set dah lebih tuwir dari gw! :p* Presiden MPers Indonesia seumur hidup Duli Paduka Yang Teramat Mulia Datin Sri Sariningdyah MET ULTAH YA BU PRESIDEN! |
Surat Perjalanan Dinas (SPD) Kabupaten Multiply No. 000000001/08/2005 -------------------------------------------------------------------------------------------- Surat Perjalanan Dinas (SPD) ini diberikan kepada: Nama: Mochamad Putrawidjaja NIP: MP-0000000000000000000000000002 (nomor 1 khan Ibu Bupatinya) Jabatan: Sekretaris Daerah merangkap Panglima Laôt untuk melakukan misi lawatan diplomatik ke beberapa lokasi dengan jadwal sebagai berikut: 13 Agustus: Edinburgh, Scotland, UK 15 - 17 Agustus 2005: London, UK (termasuk mengikuti upacara 17an di KBRI London) 5-6 September 2005: Amsterdam, Netherland 7-8 September 2005: Brussels, Belgium 9-10 September 2005: Paris, France 30 September - 6 Oktober 2005: Jeddah-Medinah-Makkah (insya Allah) Kepada pihak-pihak MPers yg merasa akan dikunjungi mohon sudi kiranya memberikan bantuan ala kadarnya kepada pemegang surat perjalanan dinas ini. Bila yang bersangkutan berbuat yang aneh-aneh, harap dilaporkan langsung kepada Jendral Latief (komandan satuan polisi pamong praja) cc. bupati kepala daerah Multiply. Bila yang bersangkutan kesulitan dana atau tempat tinggal, mohon dibantu (tapi harap dicatat agar bisa ditagih di belakang hari). Demikian surat ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Dibuat di: Multiply Tanggal: 15 Agustus 2005 Tertanda, Sri Sariningdiyah NIP: MP-0000000000000000000000000001 Tembusan: 1. Camat London 2. Camat Paris 3. Komandan Satpol PP Kab. Multiply 4. Arsip © ciput 2005
| |