Ciput's posts with tag: buku
"Saat ini ada dua tipe orang, yaitu senang membaca dan ada yg hanya senang menonton TV saja. Oleh karena itu novel Ayat-Ayat Cinta saya filmkan diperuntukkan bagi para pemalas yg tidak senang membaca buku," begitu ujar Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Ayat-Ayat Cinta kepada fansnya di acara jumpa fans dan bedah buku tersebut di Bioskop Banua Patra Balikpapan, Rabu (2/4) (Sumber: Post Metro Balikpapan 3/4/08 halaman 14: Bedah Buku AAC Bikin Sakit Hati).Segitunya kah? Sotoy banget nih orang ternyata yak? Baru juga numpang ngetop gara-gara AAC jadi box office tahun ini, udah segitunya. Padahal bukunya (terbit 2003, cmiiw) dulu siapa juga yg baca, ya maklumlah kebanyakan orang Indonesia memang kurang begitu gemar membaca. Apalagi novel yg tebal-tebal.Tapi tau ga sih Oom, kalau filmnya itu bikin ilfil juga? Yah minimal saya deh, yg kecele bayar tiket lebih mahal 35 rb dari HTM resminya (Rp 15.000)! Mending baca repiu saya yg ini deh: http://ciput.multiply.com/reviews/item/72Jangan-jangan film itu juga booming secara direkomendasi oleh Prof. Din Syamsudin, ketua DPP Muhammadiyah. Bayar berapa ya, bisa ngiklan lewat beliau, secara semenjak beliau berfatwa agar kita menonton, lantas ribuan bahkan mungkin jutaan ibu-ibu yg mungkin belum pernah ke bioskop seumur hidupnya jadi pada rela ngantri puanjang.
Kasihannya bangsa ini, mudah dikadali sesederhana itu. Bahkan Presiden SBY dan Ibu Ani SBY pun bela-belain nonton, film yg asli jelek (imho) ini. Baca novelnya? Ya mungkin novelnya memang bagus, ya kalau begitu Anda salah pilih produser/sutradara. Mending bikin dengan produser Holywood atau Bolywood sekalian kaleeee.
Cape deeeeh...
©ciput 2008 all rights reserved
|  | [Buku] Buku Yg Mengubah (& Menginspirasi) Hidupku
Capek sama isu smackdown? Atau bete ngebaca isu poligami vs poliandri? Makanya kita obrolin soal buku aja yuk...
Lagian secara besok bakal ada pasar buku (book fair) untuk kesekian kalinya dalam 3 bulan terakhir *sigh**, saya jadi ingin menulis tentang buku yang banyak menginspirasi saya, bahkan boleh dibilang mengubah jalan hidup saya.
Buku ini bukanlah sebuah buku teks yang berisikan kata-kata bijak atau bertemakan motivasi atau bahkan bukan buku hasil karya sastra pengarang terkenal seperti kebanyakan orang sering mencantumkannya di kolom the most inspiring book.
Buku ini berjudul “Canadian World Atlas”!
Ya buku ini sebenarnya adalah buku atlas, alias kumpulan peta-peta dunia dan negara-negara yang ada di lima benua dan tujuh samudera (lihat foto 1).
Buku ini sudah tua, tepatnya 30 tahun sejak pertama kali diterbitkan di Canada (lihat foto 2). Buku ini saya peroleh dari Oom (adiknya Papa) yang pada tahun 1976 berkesempatan mendapat beasiswa CIDA untuk program MSc in Hydrological Engineering di University of Manitoba at Winnipeg. Sounds familiar? Yup di kota di tepi danau Winnipeg inilah tinggal seleb MPers kita, Mba Evi a.k.a. Pepy (lihat foto 3).
Saat Oom saya pulang ke tanah air tahun 1978, beliau singgah di rumah sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya. Beliau memberikan buku atlas ini sebagai oleh-oleh buat saya, yang saat itu sedang duduk di kelas 3 SD.
Sejak itu hampir setiap hari saya baca buku itu sampai saya hafal betul dimana letaknya Canada, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara lainnya. Khusus AS dan Rusia (saat itu masih bernama Uni Sovyet), saya mengumpulkan daftar negara-negara bagiannya hanya berdasarkan analisis peta versi anak kecil. Lengkap 51 US states dan 15 sovyet republik! Dan daftarnya saya tempel di sisi kanan halaman supaya tidak hilang (lihat foto 4).
Buku ini masih saya baca sampai hari ini 28 tahun sejak saya terima dari Oom saya. Gara-gara baca buku ini saya sampai bermimpi mengunjungi negara-negara yang ada di dalam peta itu. Yang Alhamdulillah sudah tercapai paling tidak 12 negara di Amerika Utara, Eropa Barat, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Asia Timur. Buku ini juga menginspirasi saya untuk mengikuti jejak Oom saya, memiliki gelar di belakang nama saya dan Alhamdulillah saya berhasil melampaui rekor Oom saya secara saya melakukannya dua kali! Semua dengan beasiswa pula! Jadi boleh dibilang perjalanan saya itu semua gretongan!
Selama perjalanan itu adalah saya mengumpulkan beberapa buku atlas dan ensiklopedi geografi selama merantau ke Amerika Serikat (2001-2002) dan Inggris (2004-2005). Yang terbaru adalah “Concise World Atlas” (lihat foto 5) yang saya beli di yard sale di Inggris dengan harga murah sekali, yaitu £0.50 (Rp 8.500)!
Dan akhirnya paling tidak ada 5 buku atlas dan ensiklopedi geografi (lihat foto 6), tak termasuk peta-peta wisata kota-kota dalam bentuk lembaran yang jumlahnya sudah puluhan. Buku-buku itu ternyata sangat digemari Vito yang juga punya perilaku mirip saya: membacanya nyaris tiap hari seusai mengerjakan PR-nya! Sampai-sampai atlas yang dipakai di sekolah sering dikritiknya. :D
Insya Allah... siapa tahu buku-buku ini juga yang bakal menginspirasi anak sulung saya, yang di usianya yang 7 tahun pun sudah pernah tinggal di 5 kota (Jakarta, Bogor, Narragansett, Balikpapan dan tentunya kota kelahirannya Jayapura)!
Saya tak bermaksud pamer atau menyombongkan diri, cuma sekedar ingin berbagi pengalaman bahwa tak soal buku apa yang Anda baca, selama buku tersebut meninggalkan kesan yang mendalam dalam benak Anda, buku itulah your most inspiring book ever!
Lantas? Belilah buku! Baca! Jangan cuma jadi pajangan di lemari! Ambil inspirasi darinya dan ubahlah hidup Anda selanjutnya!
Di saat menganggur sekarang ini, saya sedang mencoba menulis buku, tepatnya novel fiksi, yang berisikan sebagian pengalaman saya pribadi dan teman-teman senasib. Harapannya sama: menginspirasi pembacanya. Seperti apa persisnya cerita dalam novel itu? Tunggu tanggal terbitnya! *halah promosi euy*
Buku buat saya bukan cuma sekedar jendela dunia, tapi gerbang!
©iput 2006 all rights reserved. |
| Start: | Dec 6, '06 | | End: | Dec 10, '06 | | Location: | Assembly Hall, JCC Senayan, JAKARTA | Entah kenapa pengumuman atau iklannya belum saya lihat di mana-mana. Kebetulan saja ada spanduknya di dekat rumah, di depan kantor perusahaan kontraktor *gubraxz*.
Ini pameran buku yg sering dijuduli Jakarta Book Fair 2006. Biasanya sih yg ngadain IKAPI, tapi ga sempat perhatiin logonya *emang penting gitu*.
Temanya: The Growth of Papua *apa coba hubungannya?*
Kalo soal harga mah ga nyaingin yg Borong Buku Murahnya Gramed dah *dua ribu gitu looh*, tapi koleksi bukunya insya Allah lebih memenuhi kebutuhan. Bukan beli sekedar untuk alas biar ga berat saat antri di kasir atau buat nambal kekurangan harga :D
Yo wis, datang aja langsung lah ke Assembly Hall JCC Senayan tanggal 6-10 Desember ini. Inget gaji Nopember diirit-irit siapa tahu dapat buku bagus dan kartu kredit lagi overlimit.
Di jurnal ini, muncul beberapa reply teman yg menanyakan apakah buku-buku yg saya beli secara kalap di BBM sudah dibaca. Jawaban saya: belum sempat secara saya sering tidak punya cukup waktu luang, selain saat di kamar mandi selagi p*p .
Kemudian saat bepergian ke Banda Aceh Rabu (8/11) kemarin, Shanti dalam replynya di jurnal ini, juga menanyakan apakah saya bawa buku untuk dibaca selagi menunggu pesawat. Jawabannya: YA!
Kesimpulannya: saya sempat baca buku hanya di dua kesempatan, yaitu: selama perjalanan ke luar kota dengan pesawat terbang, baik selama menunggu boarding maupun selama penerbangan *yg bebas asap rokok ituuuuh*, dan saat jongkok di kamar mandi nyaris setiap pagi dan terkadang di sore hari.
Nah sekarang bagaimana dengan Anda? Silakan jawab direply atau isi poling di samping ini.
[kritik dan saran ditampung dan dipertimbangkan] ©iput 2006 all rights reserved.

|  | Senin (6/11) pagi saya pergi ke Borong Buku Murah-nya Gramedia di Wisma 46, Dukuh Atas. Jam 7.30 saya sudah cabut dari rumah dan jam 8.30 sudah duduk manis di kantor dan login, secara saya mau ngecek jadwal apakah memang mulai jam 10 selain juga mengecek email konfirmasi rencana keberangkatan saya ke Banda Aceh Selasa (7/11) pagi besok *yg akhirnya delay 1 hari karena miscomm sama staf FAO sana, so saya bisa posting hari ini :D*
Di Wisma 46 saya tiba tepat jam 10 pagi dan suasana masih cukup lengang, bahkan saya sempat titip tas kamera di penitipan. Yup, perburuan buku dimulai, tanpa basa basi saya segera keluarkan senjata andalan, dua kantong plastik kresek ukuran besar! [tips 1: siapkan peralatan memadai dari rumah secara keranjang belanja sangat terbatas].
Saya tidak target buku berjudul tertentu, melainkan cukup tema tertentu saja [tips 2: batasi target tema, bukan judul]. Kali ini saya pasang target: buku masak u/ Bunda, buku pendidikan dan cerita anak dan buku serius u/ saya sendiri.
Saya perhatikan banyak yg pilah pilih buku bak di obralan toko buku. Hi3x... ketara sekali mereka pasti newcomer deh. Saya mah keruk aja buku-buku bertemakan sesuai target [tips 3: ga usah jaim dan pilih2,sikat bleh!]. Meski di sana banyak komik Jepang (Nakariyoshi kesukaan Pritha misalnya), komputer (tapi versinya sudah usang), manajemen (agak terbatas), kajian sosial politik (nah ini yg asyik punya) sampai buku-buku ga penting (lihat salah satu foto), saya tetap pada pilihan tema awal. Hasilnya... 100 lebih buku!!!
Puas mengeruk, saya segera ambil posisi duduk di suatu sudut, berbarengan dengan beberapa ibu yg sedang asyik menyortir. Ya menyortir, selain menyisir buku2 yg terambil double, juga menyortir isinya [tips 4: jangan baca di rak, secara pasti berjubelan].
Jam 11.30, saya sudah puas menyortir dan segera antri membayar, yg ternyata panjangnya bukan kepalang bak ular naga. Sepanjang antrian banyak orang berkeluh kesah, selain tukar menukar buku yg mungkin urung dibeli atau terambil double [tips 5: cari teman senasib, bila datang sendirian]. Maju setapak demi setapak bersama 3 ibu yg barengan nyortir tadi, akhirnya tepat jam 13.00 saya sudah berhasil berdiri tepat di depan kasir! [tips 6: siapkan perbekalan memadai, seperti minuman].
Setelah dihitung oleh kasir berdasarkan penerbit yg jualan, jumlah belanjaan dijumlahkan dan ternyata jumlahnya Rp 232 ribu (dengan harga satuan 2500 perak)!!! Berarti ada 93 buku!!! Kasir bilang silakan tambahkan 3 buku berharga sama *dia punya stok sisa2 pembeli sebelumnya yg diurungkan belinya kok*... jadi pembelanjaan menjadi Rp 240 ribu!!
Terus kasir bilang lagi, silakan tambah 4 buku lagi biar genap Rp 250 ribu. Secara sudah bete ngantri 2,5 jam lebih saya iyakan saja dengan menyodorkan 4 lembar poster pendidikan anak [tips 7: siapkan barang yg tidak berat u/ mengganjal harga atau tatakan ngangkut buku :D] sehingga genaplah belanjaan kalap saya.
Begitu buka dompet, blaiiiik!!! Kurang uangnya ternyata!!! Uang di dompet cuma ada Rp 185 ribu [tips 8: siapkan bekal uang yg cukup atau hitung baik2 belanjaan Anda saat menyortir], saya coba tanya apa bisa pakai kartu kredit atau debit, jawabannya mesinnya belum dipasang!!! Siyal, tahu begitu saya tolak saja tambahan 7 buku, ya 7 buku, dari kasir tadi [tips 9: biar hectic, coba tetap tidak panik karena bisa jadi sasaran empuk akal bulus kasir].
Alhamdulillah, saya beruntung lantaran salah satu ibu barengan saya, belakangan saya tahu namanya Ibu Wigati, menawarkan jasa baiknya meminjami uang u/ menutup kekurangan uang saya. Sebagai balas budi saya angkatkan keranjang belanja si Ibu ke meja kasir begitu saya hampir selesai transaksi. Tuh khan, tips 4 sudah terbukti dengan sendirinya. Kami janjian di pintu keluar u/ selesaikan urusan utang piutang ini.
Sambil jalan keluar, saya buka dompet u/ cari kartu ATM. Siyal, ternyata Bunda ada cabut kartu2 itu dari dompet tadi pagi dan lupa kasih tinggal salah satunya [tips 10: siapkan alat pembayaran lain u/ jaga-jaga].
Setelah usai bertukar kartu nama dan nomor rekening, saya beranjak pergi u/ kembali ke kantor, secara jam sudah menunjukkan waktu pukul 14.00! [tips 11: seminta ijin tak masuk kantor, daripada datang siang]. Uang tersisa 8 ribu perak, sempat bingung apa cukup bayar parkir, untung masih ada uang receh di kotak asbak di mobil [tips 12: sisakan sedikit uang Anda u/ bayar parkir dan kejadian tak terduga lainnya].
Pulang kantor jam 18.15, sempat singgah nengokin keponakan baru di RS YPK sama teman-teman MPers laen, akhirnya belanjaan baru dibongkar Bunda dan Dito setiba di rumah jam 20.30!
Bunda dapat buku masak banyak, Dito dapat buku lebih buanyak lagi.... Vito, yg lagi distrap betulin PR, juga puas dgn buku pendidikan yg ternyata terangkut juga, dan saya pun bingung mo ditaruh dimana buku-buku ini, secara lemari udah penuh semua. [tips 13: perhitungkan kapasitas daya tampung di rumah].
Selamat belanja kalap tapi tetap bijak di sini.
[All tips dedicated to Oom Barens, to avoid him confusing in read between lines :p]
©iput 2006 all rights reserved |
Link: http://amarellia.multiply.com/journal/item/3Mba Ari, teman saya yang baru-baru ini menerbitkan buku novel perdananya, ingin tahu kira-kira buku kategori apa yang pasti Anda beli. Silakan isi pollingnya di link ini. Terima kasih atas pilihannya.
| |