Blog Entry[Iseng] Hubungan Listrik dan Banyaknya AnakMay 12, '06 5:18 AM
for everyone
[Kali ini isinya ga berat-berat acan kok]

Ini pengalaman saya sendiri sewaktu suka berlibur ke tempat teman-teman kuliah di Semarang dulu. Namanya sekolah di daerah, Jawa Tengah pula, teman-teman saya banyak yang berasal dari desa-desa di propinsi ini dan DIY.


Suatu hari saya diajak main ke rumah teman di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Letaknya 15 km sebelah selatan Kota Salatiga dan 10 km sebelah utara Waduk Kedungombo. Pada saat itu (awal 1990an) desanya belum tersedia aliran listrik dari PLN, istilahnya belum masuk listrik. Jadi begitu matahari terbenam, gelap gulita lah kita. Paling banter lampu teplok.

Namanya ga ada listrik, bukan cuma ga ada lampu penerangan, tipi (tv) pun ga ada. Kalau tidak ada tamu, ngapain coba kita ngisi waktu. Mau baca ga keliatan bukunya eh... tulisannya. Mau ngobrol, ga seru kalo ngomong ga keliatan wajah yang diajak omong. Mau main kartu, sama aja. Mo belajar? Lah wong ini liburan je. Alhasil kongkow lah kita di teras, nonton jalanan desa yang sama sepinya.

Dasar anak muda, pikiran jahil bin nakal pun mulai nongol di benak. Waktu itu si teman yang jadi tuan rumah cerita kalau dia ini sekeluarga ada 12 orang (saudara kandungnya 6 orang, ibunya sudah almarhum, sekarang bapaknya nikah lagi dan punya anak 3 orang lagi). Secara saya berasal dan tumbuh di lingkungan keluarga peserta KB sejati (saya tertua dari 3 bersaudara), ya jelas aja takjub mendengar ada keluarga beranak 9 orang gitu. Kalau kisah ini terjadi sebelum tahun 1960an mungkin biasa, tapi ini khan sudah tahun 1990an.

Hareee geeeneeee punya anak banyak????


Lama-lama kami mikir jangan-jangan fenomena ini ada hubungannya dengan tidak adanya listrik di desa itu kali ya. Sebab, seperti sudah saya bilang di depan, begitu gelap, suasana gelap gulita dan tak ada hiburan berarti, akhirnya para orang tua pun bikin hiburan sendiri lah.

Bandingkan dengan pola hidup masa kini, yang tidak cuma listrik menyala 24/7 (24 jam sehari selama 7 hari penuh) tapi juga dihibur oleh televisi yang juga siaran 24/7. Karena suasana terang di dalam rumah, maka banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh anggota keluarga selepas senja, mulai dari baca buku, belajar, nonton tivi, main computer, bahkan sampai kerja (masak, nyuci, setrika, bawa lemburan kerjaan, dll) pun masih bisa.

Akibatnya masa tidur orang sekarang lebih pendek dari orang dulu.
Akibatnya peluang orang tua untuk bikin hiburan sendiri pun berkurang tooh.
Makanya tidak heran bila populasi anggota keluarga masa kini lebih sedikit dari pola keluarga jaman dulu.

Kesimpulannya: Ketersediaan listrik (energy supply) berbanding terbalik dengan angka kelahiran (birth rate).

[jurnal iseng di akhir minggu gara2 kebanyakan mikir system dynamic modelling nih]

©iput 2006

16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
mediasauna wrote on May 12, '06
udah ketebak dari judulnya... payah loe
myshant wrote on May 12, '06
kalo' menurutku kok gak ada hubungannya sama listrik
hubungannya sama kepedulian orang untuk ber-KB
mau rumahnya berlistrik kalau gak KB, begitu bercinta ya kemungkinan untuk hamil pasti besar :)
ciput wrote on May 12, '06
udah ketebak dari judulnya
Orang bukan tebak2an yeeee... mo minta tambahan jatah kupi atjeh? :-p
ciput wrote on May 12, '06
myshant said
kalo' menurutku kok gak ada hubungannya sama listrik
hubungannya sama kepedulian orang untuk ber-KB
mau rumahnya berlistrik kalau gak KB, begitu bercinta ya kemungkinan untuk hamil pasti besar :)
Lho khan yg saya hitung peluang melakukannya (bercinta), bukan peluang hamilnya.

Kalau soal KB, itu malah ga ada hubungan sama sekali dunk. Tadinya saya mau nulis judulnya: Kenapa Program KB Gagal?, tapi batal karena setelah diurut2 ternyata hubungan kausal (causal loop) antara KB dan listrik jauh banget.
nadnuts wrote on May 12, '06
hayaaahhh...
adaaa aja temuannya...
:D
ciput wrote on May 12, '06
nadnuts said
hayaaahhh...
adaaa aja temuannya...
Iya Nad, awalnya iseng, terus bareng temen2 kerja coba diobservasi hubungan kausalnya dengan pendekatan system dynamics, kok keluarnya begitu.

Asyik juga nih job gw yg sekarang, disuruh berkhayal mulu, membayangkan berbagai aspek kehidupan, dicari keterkaitan dan korelasinya satu sama lain dan dicari critical point-nya. Hitung2an batu bata vs kayu bakar & yg quiz segitiga yg lalu itu juga hasil ngotak-atik "mainan" baru gw ini nih.
myshant wrote on May 12, '06
tapi mas ...biarpun ada listrik, ada notebook, ada tipi ...tetep aja bercinta jadi alternatif utama kok :)
tapi gak hamil tuh, karena ber-KB ..hehehe
ciput wrote on May 12, '06
Halaaah itu mah memang kelakuanmu sama Alan nah! Ya kasuistis namanya ituuuuh... aku pakai logika business as usual kok.

Jadi kapan Iyog dikasih adik nih??? Lho???
tianarief wrote on May 12, '06
listrik itu fasilitas pendukung yang bisa dinyala-matikan. televisi juga sarana hiburan yang bisa dinyala-matikan. tapi gairah untuk melakukan rutinitas yang ini cenderung tetap. jadi menurutku, gak ada pengaruh antara keluarga yang rumahnya belum ber-listrik dengan yang sudah modern sekali pun. soal banyak anak, itu karena mereka memilih tidak melakukan pencegahan saja.

* komentar yang asal. :D
maknyaabel wrote on May 12, '06
he...he...bisa diajuin jadi judul skripsi niy mas ;")
nicelovelydentist wrote on May 12, '06
ciput said
Bandingkan dengan pola hidup masa kini, yang tidak cuma listrik menyala 24/7 (24 jam sehari selama 7 hari penuh) tapi juga dihibur oleh televisi yang juga siaran 24/7. Karena suasana terang di dalam rumah, maka banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh anggota keluarga selepas senja, mulai dari baca buku, belajar, nonton tivi, main computer, bahkan sampai kerja (masak, nyuci, setrika, bawa lemburan kerjaan, dll) pun masih bisa.
Menarik, Mas Ciput !
Belum lagi bisa online 24/7, bisa nge MP 24/7 hehehe
*mempertimbangkan balik ke dial up* hehehe
nicelovelydentist wrote on May 12, '06
pertimbangan selesai...gak ngaruh koq ..hehehehe...teteeep.
prajuritkecil wrote on May 12, '06
pak ciput tuh ye...kalo lagi iseng suka aneh-aneh jurnalnya...:P
muhamadikhsan wrote on May 12, '06, edited on May 12, '06
Iseng tapi yang tetep harus mikir mencernanya. hehehe...
republic wrote on May 12, '06
emang kalo mau gituan gak butuh penerangan..?? kalo gelap2an ntar salah tembak...... hahahahahaha
jandha wrote on May 14, '06
bissaaa aajjjaaaaahhh.........
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help